• Latest
Menguatkan Loyonya Rupiah dengan Resep Ala Pak Habibie, Mungkinkah?

Menguatkan Loyonya Rupiah dengan Resep Ala Pak Habibie, Mungkinkah?

Mei 22, 2026
Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

Agustus 27, 2026
Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Agustus 26, 2026
Sumur Semberah-206 Lampaui Target Produksi, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sumur Semberah-206 Lampaui Target Produksi, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Agustus 26, 2026
Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

Agustus 26, 2026
Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Pemerintah agar Tercipta Optimalisasi Gas Domestik

Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Pemerintah agar Tercipta Optimalisasi Gas Domestik

Agustus 26, 2026
Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

Agustus 26, 2026
Muktamar PBNU Diyakini Lahirkan Figur Ketua Umum yang Mempersatukan

Muktamar PBNU Diyakini Lahirkan Figur Ketua Umum yang Mempersatukan

Agustus 25, 2026
Begini Respon bp Indonesia Soal Kebakaran Hutan dan Lahan di Sekitar LNG Tangguh Papua Barat

Begini Respon bp Indonesia Soal Kebakaran Hutan dan Lahan di Sekitar LNG Tangguh Papua Barat

Agustus 25, 2026
Peneliti jadi Garda Depan Bangsa di Masa Depan

Peneliti jadi Garda Depan Bangsa di Masa Depan

Agustus 25, 2026
Bos SKK Migas: Sumur Milik PetroChina International Jabung Catat Produksi Gas 5.3 MMSCFD

Bos SKK Migas: Sumur Milik PetroChina International Jabung Catat Produksi Gas 5.3 MMSCFD

Agustus 25, 2026
Mendikdasmen Salurkan Bantuan untuk Sekolah Terdampak Gempa NTT

Mendikdasmen Salurkan Bantuan untuk Sekolah Terdampak Gempa NTT

Agustus 25, 2026
Sinergi Pertamina Drilling dengan Weatherford untuk Jasa Pengeboran dan Pengembangan SDM Energi

Sinergi Pertamina Drilling dengan Weatherford untuk Jasa Pengeboran dan Pengembangan SDM Energi

Agustus 24, 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Kamis, 27 Agustus, 2026
Energindo
Advertisement
  • Migas
    Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

    Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

    Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

    Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

    Sumur Semberah-206 Lampaui Target Produksi, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

    Sumur Semberah-206 Lampaui Target Produksi, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

    Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Pemerintah agar Tercipta Optimalisasi Gas Domestik

    Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Pemerintah agar Tercipta Optimalisasi Gas Domestik

    Begini Respon bp Indonesia Soal Kebakaran Hutan dan Lahan di Sekitar LNG Tangguh Papua Barat

    Begini Respon bp Indonesia Soal Kebakaran Hutan dan Lahan di Sekitar LNG Tangguh Papua Barat

    Bos SKK Migas: Sumur Milik PetroChina International Jabung Catat Produksi Gas 5.3 MMSCFD

    Bos SKK Migas: Sumur Milik PetroChina International Jabung Catat Produksi Gas 5.3 MMSCFD

    Sinergi Pertamina Drilling dengan Weatherford untuk Jasa Pengeboran dan Pengembangan SDM Energi

    Sinergi Pertamina Drilling dengan Weatherford untuk Jasa Pengeboran dan Pengembangan SDM Energi

    Korban Gempa Melayani Korban Gempa Lain

    Korban Gempa Melayani Korban Gempa Lain

    Tiga Pesan Utama Kepala SKK Migas dalam Momentum HUT ke 81 Kemerdekaan RI

    Tiga Pesan Utama Kepala SKK Migas dalam Momentum HUT ke 81 Kemerdekaan RI

  • Mineral dan Batubara
    PTBA Perkuat Transformasi dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDERP SAP

    PTBA Perkuat Transformasi dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDERP SAP

    IEE Series 2026 Satukan Industri Energi dan Engineering Menuju Transformasi Industri

    IEE Series 2026 Satukan Industri Energi dan Engineering Menuju Transformasi Industri

    GIFA dan METEC Indonesia 2026, Ajang Pertemuan Pengecor Logam, Metalurgi, Pengolahan Aluminium, dan Hilirisasi

    GIFA dan METEC Indonesia 2026, Ajang Pertemuan Pengecor Logam, Metalurgi, Pengolahan Aluminium, dan Hilirisasi

    Fuad Bawazier: Pengkhianatan terhadap Pasal 33 Masif di Masa Jokowi

    Fuad Bawazier: Pengkhianatan terhadap Pasal 33 Masif di Masa Jokowi

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

    Ekspansi Wilayah Operasional dan Hilirisasi, Perkokoh IPCM sebagai Penyedia Marine Terintegrasi Nasional

    Ekspansi Wilayah Operasional dan Hilirisasi, Perkokoh IPCM sebagai Penyedia Marine Terintegrasi Nasional

    Begini Sikap TIMAH terhadap Aksi Pembakaran Kantor Timah di Belitung Timur

    Begini Sikap TIMAH terhadap Aksi Pembakaran Kantor Timah di Belitung Timur

    Ditjen Gakkum ESDM Peroleh Tambahan PNBP Rp20.976.670.000 dari Lelang BDN Batubara

    Ditjen Gakkum ESDM Peroleh Tambahan PNBP Rp20.976.670.000 dari Lelang BDN Batubara

    Amuk Massa di Kantor PT Timah Belitung Timur, Anggota DPR RI Buka Suara

    Amuk Massa di Kantor PT Timah Belitung Timur, Anggota DPR RI Buka Suara

  • EBT
    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Ketika Presiden Sebut Iran Sudah Punya Senjata Nuklir di Tengah Fatwa Pengharaman Nuklir

    Ketika Presiden Sebut Iran Sudah Punya Senjata Nuklir di Tengah Fatwa Pengharaman Nuklir

    Senyum Simpul Mas Bahlil Ganteng Ketika PNBP Kementerian ESDM di Atas Target

    Senyum Simpul Mas Bahlil Ganteng Ketika PNBP Kementerian ESDM di Atas Target

    PLTP Sarulla Dikebut, Target Operasi Dipatok 2027

    PLTP Sarulla Dikebut, Target Operasi Dipatok 2027

    Waspada! Sumatera Terancam Krisis Listrik, Operasional PLTA Batang Toru Dikebut

    Waspada! Sumatera Terancam Krisis Listrik, Operasional PLTA Batang Toru Dikebut

    Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Sukses Program B50

    Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Sukses Program B50

    Akademisi Sulap Karet Alam jadi Sumber Energi Terbarukan

    Akademisi Sulap Karet Alam jadi Sumber Energi Terbarukan

    BRIN Kembangkan Bioavtur Berbasis Biomassa Non Pangan

    BRIN Kembangkan Bioavtur Berbasis Biomassa Non Pangan

    • Geothermal
    • Surya
    • Angin
    • Air
    • Hydrogen
  • Kelistrikan
    Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

    Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Begini Penjelasan PLN atas Pemadaman Listrik di Jakarta dan Sekitarnya

    Begini Penjelasan PLN atas Pemadaman Listrik di Jakarta dan Sekitarnya

    Waspada! Sumatera Terancam Krisis Listrik, Operasional PLTA Batang Toru Dikebut

    Waspada! Sumatera Terancam Krisis Listrik, Operasional PLTA Batang Toru Dikebut

    Berbasis EBT, Begini Solusi Inovatif Atasi Krisis Listrik di Kepulauan

    Berbasis EBT, Begini Solusi Inovatif Atasi Krisis Listrik di Kepulauan

    Menyedihkan! Kalimantan Penyumbang 82 Persen Produksi Batubara Nasional Alami Pemadaman Listrik

    Menyedihkan! Kalimantan Penyumbang 82 Persen Produksi Batubara Nasional Alami Pemadaman Listrik

    Tegas! Ekspor Listrik ke Singapura Harus Saling Menguntungkan

    Tegas! Ekspor Listrik ke Singapura Harus Saling Menguntungkan

    Pemadaman Berulang di Sumatera dan Jamali, Alarm Ketahanan Sistem Kelistrikan Indonesia

    Pemadaman Berulang di Sumatera dan Jamali, Alarm Ketahanan Sistem Kelistrikan Indonesia

  • CSR
    PetroChina Bantu Padamkan Karhutla di Jambi

    PetroChina Bantu Padamkan Karhutla di Jambi

    Pertamina Berdayakan Kaum Disabilitas

    Pertamina Berdayakan Kaum Disabilitas

    Meja Baru agar Cita-Cita Terwujud

    Meja Baru agar Cita-Cita Terwujud

    Sigap! PHE Kirim Logistik dan Personel Bantuan untuk Korban Gempa NTT

    Sigap! PHE Kirim Logistik dan Personel Bantuan untuk Korban Gempa NTT

    Istiqamah Berdampak Positif, PHR Regional 1 Raih Best of the Best Community Involvement & Development Upstream Award 2026

    Istiqamah Berdampak Positif, PHR Regional 1 Raih Best of the Best Community Involvement & Development Upstream Award 2026

    Gerakan MedcoEnergi Peduli Korban Terdampak Gempa NTT

    Gerakan MedcoEnergi Peduli Korban Terdampak Gempa NTT

    Pertamina Hidupkan Gotong Royong di Daerah Bencana

    Pertamina Hidupkan Gotong Royong di Daerah Bencana

    Elnusa dan Pertamina Group Salurkan Bantuan dan Jaga Pasokan Energi Paska Gempa NTT

    Elnusa dan Pertamina Group Salurkan Bantuan dan Jaga Pasokan Energi Paska Gempa NTT

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

  • Biomassa
  • Etanol
  • Ragam
    Muktamar PBNU Diyakini Lahirkan Figur Ketua Umum yang Mempersatukan

    Muktamar PBNU Diyakini Lahirkan Figur Ketua Umum yang Mempersatukan

    Peneliti jadi Garda Depan Bangsa di Masa Depan

    Peneliti jadi Garda Depan Bangsa di Masa Depan

    Mendikdasmen Salurkan Bantuan untuk Sekolah Terdampak Gempa NTT

    Mendikdasmen Salurkan Bantuan untuk Sekolah Terdampak Gempa NTT

    UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau

    UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau

    Bright Digital Payment Memudahkan Transaksi

    Bright Digital Payment Memudahkan Transaksi

    UPER Sosialisasikan Transisi Energi ke Pelajar SMAN 1 Depok

    UPER Sosialisasikan Transisi Energi ke Pelajar SMAN 1 Depok

    Badan Dipenjara, Karya ke Mancanegara

    Badan Dipenjara, Karya ke Mancanegara

    Diplomasi Buku KBRI Tunis di Tengah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

    Diplomasi Buku KBRI Tunis di Tengah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

    Mengejutkan! Ditemukan1.572 Titik Longsor di Hulu Garoga, I-SER UI Dorong Penataan Ulang Zona Permukimay

    Mengejutkan! Ditemukan1.572 Titik Longsor di Hulu Garoga, I-SER UI Dorong Penataan Ulang Zona Permukimay

No Result
View All Result
  • Migas
    Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

    Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

    Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

    Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

    Sumur Semberah-206 Lampaui Target Produksi, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

    Sumur Semberah-206 Lampaui Target Produksi, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

    Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Pemerintah agar Tercipta Optimalisasi Gas Domestik

    Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Pemerintah agar Tercipta Optimalisasi Gas Domestik

    Begini Respon bp Indonesia Soal Kebakaran Hutan dan Lahan di Sekitar LNG Tangguh Papua Barat

    Begini Respon bp Indonesia Soal Kebakaran Hutan dan Lahan di Sekitar LNG Tangguh Papua Barat

    Bos SKK Migas: Sumur Milik PetroChina International Jabung Catat Produksi Gas 5.3 MMSCFD

    Bos SKK Migas: Sumur Milik PetroChina International Jabung Catat Produksi Gas 5.3 MMSCFD

    Sinergi Pertamina Drilling dengan Weatherford untuk Jasa Pengeboran dan Pengembangan SDM Energi

    Sinergi Pertamina Drilling dengan Weatherford untuk Jasa Pengeboran dan Pengembangan SDM Energi

    Korban Gempa Melayani Korban Gempa Lain

    Korban Gempa Melayani Korban Gempa Lain

    Tiga Pesan Utama Kepala SKK Migas dalam Momentum HUT ke 81 Kemerdekaan RI

    Tiga Pesan Utama Kepala SKK Migas dalam Momentum HUT ke 81 Kemerdekaan RI

  • Mineral dan Batubara
    PTBA Perkuat Transformasi dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDERP SAP

    PTBA Perkuat Transformasi dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDERP SAP

    IEE Series 2026 Satukan Industri Energi dan Engineering Menuju Transformasi Industri

    IEE Series 2026 Satukan Industri Energi dan Engineering Menuju Transformasi Industri

    GIFA dan METEC Indonesia 2026, Ajang Pertemuan Pengecor Logam, Metalurgi, Pengolahan Aluminium, dan Hilirisasi

    GIFA dan METEC Indonesia 2026, Ajang Pertemuan Pengecor Logam, Metalurgi, Pengolahan Aluminium, dan Hilirisasi

    Fuad Bawazier: Pengkhianatan terhadap Pasal 33 Masif di Masa Jokowi

    Fuad Bawazier: Pengkhianatan terhadap Pasal 33 Masif di Masa Jokowi

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

    Ekspansi Wilayah Operasional dan Hilirisasi, Perkokoh IPCM sebagai Penyedia Marine Terintegrasi Nasional

    Ekspansi Wilayah Operasional dan Hilirisasi, Perkokoh IPCM sebagai Penyedia Marine Terintegrasi Nasional

    Begini Sikap TIMAH terhadap Aksi Pembakaran Kantor Timah di Belitung Timur

    Begini Sikap TIMAH terhadap Aksi Pembakaran Kantor Timah di Belitung Timur

    Ditjen Gakkum ESDM Peroleh Tambahan PNBP Rp20.976.670.000 dari Lelang BDN Batubara

    Ditjen Gakkum ESDM Peroleh Tambahan PNBP Rp20.976.670.000 dari Lelang BDN Batubara

    Amuk Massa di Kantor PT Timah Belitung Timur, Anggota DPR RI Buka Suara

    Amuk Massa di Kantor PT Timah Belitung Timur, Anggota DPR RI Buka Suara

  • EBT
    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Ketika Presiden Sebut Iran Sudah Punya Senjata Nuklir di Tengah Fatwa Pengharaman Nuklir

    Ketika Presiden Sebut Iran Sudah Punya Senjata Nuklir di Tengah Fatwa Pengharaman Nuklir

    Senyum Simpul Mas Bahlil Ganteng Ketika PNBP Kementerian ESDM di Atas Target

    Senyum Simpul Mas Bahlil Ganteng Ketika PNBP Kementerian ESDM di Atas Target

    PLTP Sarulla Dikebut, Target Operasi Dipatok 2027

    PLTP Sarulla Dikebut, Target Operasi Dipatok 2027

    Waspada! Sumatera Terancam Krisis Listrik, Operasional PLTA Batang Toru Dikebut

    Waspada! Sumatera Terancam Krisis Listrik, Operasional PLTA Batang Toru Dikebut

    Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Sukses Program B50

    Diversifikasi Bioenergi dan Riset Jadi Kunci Sukses Program B50

    Akademisi Sulap Karet Alam jadi Sumber Energi Terbarukan

    Akademisi Sulap Karet Alam jadi Sumber Energi Terbarukan

    BRIN Kembangkan Bioavtur Berbasis Biomassa Non Pangan

    BRIN Kembangkan Bioavtur Berbasis Biomassa Non Pangan

    • Geothermal
    • Surya
    • Angin
    • Air
    • Hydrogen
  • Kelistrikan
    Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

    Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Dua Batu Sandungan Investor Ogah Tanam Dana untuk PLTS 100 GW Prabowo 

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Sepakat! Indonesia-Jerman Kembangkan EBT dan Jaringan Listrik

    Begini Penjelasan PLN atas Pemadaman Listrik di Jakarta dan Sekitarnya

    Begini Penjelasan PLN atas Pemadaman Listrik di Jakarta dan Sekitarnya

    Waspada! Sumatera Terancam Krisis Listrik, Operasional PLTA Batang Toru Dikebut

    Waspada! Sumatera Terancam Krisis Listrik, Operasional PLTA Batang Toru Dikebut

    Berbasis EBT, Begini Solusi Inovatif Atasi Krisis Listrik di Kepulauan

    Berbasis EBT, Begini Solusi Inovatif Atasi Krisis Listrik di Kepulauan

    Menyedihkan! Kalimantan Penyumbang 82 Persen Produksi Batubara Nasional Alami Pemadaman Listrik

    Menyedihkan! Kalimantan Penyumbang 82 Persen Produksi Batubara Nasional Alami Pemadaman Listrik

    Tegas! Ekspor Listrik ke Singapura Harus Saling Menguntungkan

    Tegas! Ekspor Listrik ke Singapura Harus Saling Menguntungkan

    Pemadaman Berulang di Sumatera dan Jamali, Alarm Ketahanan Sistem Kelistrikan Indonesia

    Pemadaman Berulang di Sumatera dan Jamali, Alarm Ketahanan Sistem Kelistrikan Indonesia

  • CSR
    PetroChina Bantu Padamkan Karhutla di Jambi

    PetroChina Bantu Padamkan Karhutla di Jambi

    Pertamina Berdayakan Kaum Disabilitas

    Pertamina Berdayakan Kaum Disabilitas

    Meja Baru agar Cita-Cita Terwujud

    Meja Baru agar Cita-Cita Terwujud

    Sigap! PHE Kirim Logistik dan Personel Bantuan untuk Korban Gempa NTT

    Sigap! PHE Kirim Logistik dan Personel Bantuan untuk Korban Gempa NTT

    Istiqamah Berdampak Positif, PHR Regional 1 Raih Best of the Best Community Involvement & Development Upstream Award 2026

    Istiqamah Berdampak Positif, PHR Regional 1 Raih Best of the Best Community Involvement & Development Upstream Award 2026

    Gerakan MedcoEnergi Peduli Korban Terdampak Gempa NTT

    Gerakan MedcoEnergi Peduli Korban Terdampak Gempa NTT

    Pertamina Hidupkan Gotong Royong di Daerah Bencana

    Pertamina Hidupkan Gotong Royong di Daerah Bencana

    Elnusa dan Pertamina Group Salurkan Bantuan dan Jaga Pasokan Energi Paska Gempa NTT

    Elnusa dan Pertamina Group Salurkan Bantuan dan Jaga Pasokan Energi Paska Gempa NTT

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

    PTBA Peduli Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda

  • Biomassa
  • Etanol
  • Ragam
    Muktamar PBNU Diyakini Lahirkan Figur Ketua Umum yang Mempersatukan

    Muktamar PBNU Diyakini Lahirkan Figur Ketua Umum yang Mempersatukan

    Peneliti jadi Garda Depan Bangsa di Masa Depan

    Peneliti jadi Garda Depan Bangsa di Masa Depan

    Mendikdasmen Salurkan Bantuan untuk Sekolah Terdampak Gempa NTT

    Mendikdasmen Salurkan Bantuan untuk Sekolah Terdampak Gempa NTT

    UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau

    UPER Gandeng Multipihak Terapkan Kimia Hijau

    Bright Digital Payment Memudahkan Transaksi

    Bright Digital Payment Memudahkan Transaksi

    UPER Sosialisasikan Transisi Energi ke Pelajar SMAN 1 Depok

    UPER Sosialisasikan Transisi Energi ke Pelajar SMAN 1 Depok

    Badan Dipenjara, Karya ke Mancanegara

    Badan Dipenjara, Karya ke Mancanegara

    Diplomasi Buku KBRI Tunis di Tengah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

    Diplomasi Buku KBRI Tunis di Tengah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

    Mengejutkan! Ditemukan1.572 Titik Longsor di Hulu Garoga, I-SER UI Dorong Penataan Ulang Zona Permukimay

    Mengejutkan! Ditemukan1.572 Titik Longsor di Hulu Garoga, I-SER UI Dorong Penataan Ulang Zona Permukimay

No Result
View All Result
Energindo
No Result
View All Result
Home Ragam

Menguatkan Loyonya Rupiah dengan Resep Ala Pak Habibie, Mungkinkah?

Rupiah terus mengalami turbulensi hingga menyentuh level Rp 17.730/US$, terlemah sepanjang sejarah. Apa upaya yang sudah dilakukan pemerintah untuk menghentikan pelemahan itu? Bisakah rupiah menguat kembali seperti di era Pak Habibie?

Dhorifi Zumar by Dhorifi Zumar
Mei 22, 2026
in Ragam
0 0
Menguatkan Loyonya Rupiah dengan Resep Ala Pak Habibie, Mungkinkah?
0
SHARES
94
VIEWS
FacebookTwitterWhatsapp

Jakarta, Energindo.co.id – Pelemahan mata uang Rupiah terus berlanjut hingga sepekan terakhir. Untuk menguat sedikit saja masih terasa ngos-ngosan, energi yang dipunyai belum cukup kuat untuk mengerek loyonya Rupiah ke posisi yang aman.

Pada Jumat (15/5/2026) pekan lalu, berdasarkan data Bloomberg, posisi rupiah berada di level Rp 17.606  per satu dolar AS, melemah 77 poin atau 0,44%. Hingga hari Senin (18/5) rupiah ditutup melemah sebesar 1,12% ke level Rp17.655 per dolar AS. Angka ini tentu makin menjauh dari target nilai tukar rupiah 2026 yang dipatok Rp 16.500 per dolar AS.

Pelemahan mata uang Garuda sebetulnya bukan sendirian, tetapi juga diikuti sejumlah mata uang Asia lainnya yang mengalami depresiasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia, misalnya, mengalami pelemahan terhadap dolar AS sebesar 0,63%, diikuti Peso Filipina melemah 0,09%, rupee India turun sebesar 0,33%. Yen Jepang terhadap dolar AS juga melemah 0,11%, dolar Hong Kong melemah 0,02%, serta dolar Taiwan terhadap dolar AS melemah 0,10%.

Kecuali mata uang Yuan China mengalami penguatan terhadap dolar AS sebesar 0,11%, dolar Singapura dan won Korea sama-sama menguat sebesar 0,04%, dan baht Thailand menguat 0,15%.

Pelemahan masih berlanjut hingga Selasa (19/5), posisi rupiah tercatat menembus angka Rp 17.730 per dolar AS, terlemah sepanjang sejarah. Level ini melampaui rekor-rekor pelemahan sebelumnya, termasuk saat krisis moneter 1998 yang sempat mencapai kisaran Rp 16.800 per dolar AS.

Kondisi ini disinyalir didorong oleh kombinasi faktor global dan domestik, seperti kondisi ekonomi AS yang sedang kuat, kebijakan suku bunga The Fed, dan terjadinya konflik atau perang Iran-AS/Israel di Timur Tengah. Sedangkan faktor domestik, antara lain sentimen pasar, tekanan di pasar saham, serta lonjakan biaya impor.

Loyonya Rupiah ini tentu berdampak pada banyak sektor dan komoditi, terutama pada kenaikan harga kebutuhan pokok atau komoditi utama, seperti bahan bakar minyak non-subsidi, minyak goreng, tepung, tahu dan tempe, juga plastik, dan komoditi lainnya yang sangat bergantung pada bahan baku impor.

Selain itu juga pelemahan Rupiah berdampak pula pada sektor Kesehatan, utamanya pada kenaikan harga obat-obatan impor atau yang menggunakan bahan baku impor. “Masyarakat akan mulai merasakan dampaknya dalam bentuk harga kebutuhan pokok yang meningkat, biaya transportasi yang naik, hingga harga produk kesehatan yang ikut terdampak,” kata Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Rijadh Djatu Winardi, SE, M Sc, Ph D, dikutip dari laman UGM, Minggu (17/5/2026).

Ia menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah juga membuat beban subsidi energi meningkat dan nilai pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri dalam rupiah membesar. “Ketika ruang fiskal terserap untuk subsidi dan utang, maka fleksibilitas pemerintah untuk membiayai sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, atau perlindungan sosial menjadi terbatas,” ucapnya.

Meski terjadi pelemahan rupiah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr Hefrizal Handra, melihat bahwa fundamental ekonomi dan sektor riil Indonesia masih relatif terjaga. Namun, ia mengingatkan, situasi saat ini harus direspons dengan menjaga stabilitas nilai tukar, kredibilitas fiskal, dan penguatan struktur ekonomi agar tidak berkembang menjadi krisis. “Ini bukan krisis, tetapi jelas ujian yang serius. Jika tekanan global berlanjut tanpa respons kebijakan yang kuat dan kredibel, kondisi ini bisa berkembang menjadi krisis,” ujarnya.

 

Upaya yang Dilakukan Pemerintah

Pemerintah melalui Bank Indonesia sebetulnya tidak tinggal diam, sudah banyak langkah yang dilakukan untuk menyetop laju depresiasi rupiah. Setidaknya sudah ada tujuh langkah strategis BI untuk menormalisasi atau meredam pelemahan nilai tukar rupiah. Salah satunya adalah intervensi besar-besaran sehingga menurunkan cadangan devisa dari 156 miliar dolar AS menjadi 146 miliar dolar AS. Lalu SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia), yaitu surat berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka pendek, sudah dikerek menjadi 6,41%.

Berikutnya, BI juga telah membeli SBN (Surat Berharga Negara), yaitu instrumen investasi berupa surat utang yang diterbitkan resmi oleh Pemerintah Republik Indonesia, sebesar Rp332 triliun di tahun 2025 dan sekarang tahun 2026 ditambah Rp133 triliun lagi.

Selain itu, BI juga melakukan pengetatan batas pembelian mata uang dolar AS tanpa underlying (dokumen pendukung) yang diperketat menjadi maksimal 25.000 dolar AS per pelaku per bulan mulai Juni 2026 guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

“Batas pembelian dolar yang semula 100.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS mulai April, nanti mulai Juni akan diturunkan menjadi 25.000 dolar AS,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (18/5/2026) kemarin.

Namun demikian, Harris Turino Kurniawan, anggota Komisi XI DPR-RI dari F-PDIP, dalam Rapat tersebut mengajukan pertanyaan kritis, “Semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan tetapi kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi?”

Menurutnya, kemungkinan penyebabnya adalah tekanan global yang sangat besar, sebagaimana juga dikatakan Gubernur BI dalam presentasinya. Tetapi lebih dari itu, katanya, harus jujur diakui bahwa ada masalah serius di domestik. Seperti ada masalah di fiskal, ada masalah di defisit current account, lalu ada arus modal keluar dalam jumlah besar, serta ada masalah di kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Karena itu Harris mempertanyakan klaim Gubernur BI bahwa rupiah relatif stabil dibandingkan dengan negara yang lain. “Persoalannya yang dirasakan oleh masyarakat adalah harga-harga juga mulai meningkat/naik dan persepsi ekonomi ini melemah,” cetusnya.

Klaim rupiah stabil itu juga disoroti Wakil Ketua Komisi XI DPR Hanif Dakhiri dari F-PKB. Padahal, kata dia, realita di lapangan tidak demikian. “Definisi stabil menurut BI itu apa pak? Karena kalau di persepsi publik kan memang rupiahnya justru dianggap melemah secara signifikan,” tutur dia.

Ia juga mengingatkan jangan sampai Bank Indonesia terlihat baik, tetapi realita di lapangan berbeda. “Kita intinya jangan sampai institusi ini terlihat bagus di atas sementara di publik terasa berat. Ini kan jadi agak-agak mirip ekonomi kita Pak. Wajah makro dengan wajah mikronya beda,” tegas dia beranalogi.

Sementara anggota Komisi XI DPR lainnya Primus Yustisio dari F-PAN memberikan kritik lebih tajam. “Yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia itu anomali. Pertumbuhan ekonomi kita 5,61%, tetapi nilai tukar Rupiah kita jeblok. Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar. lndeks kita juga habislah, merosot turun. Padahal indeks saham dunia sudah rebound, bahkan sudah plus, sedangkan Indonesia saat ini masih minus lebih dari 20%,” tutur Primus.

Karena itu Primus meminta Gubernur BI untuk secara gentle mengundurkan diri. “Pak Perry yang saya hormati, kadang-kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan Pak. Saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik seperti itu. Tidak ada salahnya,” lanjut dia.

Harris kembali mengingatkan bahwa menjaga rupiah itu jadi tanggung jawab Bank Indonesia. “Tetapi bagaimanapun juga Pak, ini adalah tanggung jawab BI untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah. Memang disadari BI tidak menganut yang namanya exchange rate targeting, beda dengan Singapura, BI menganut inflation targeting,” imbuh dia.

Sementara itu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan untuk memperkuat rupiah, yaitu menerbitkan global bond atau surat utang global berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS). Targetnya sebesar US$2-3 miliar.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, penerbitan ini akan menambah pasokan dolar AS di dalam negeri dan turut memperkuat nilai tukar rupiah. “US$2-3 miliar dolar itu tambahan supply dolar,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta di kantornya, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Diketahui surat utang yang diterbitkan tenor 5 tahun dengan prakiraan kupon 5,3% dan 10 tahun sebesar 5,9%. Hingga saat ini global bond masih dalam tahapan lelang. Purbaya mengatakan, melalui skema itu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan menguat dalam waktu dekat, karena adanya pasokan dolar yang besar di tanah air.

Keyakinan itu juga sama dilontarkan oleh Gubernur BI. Perry meyakini posisi rupiah akan berada dalam rentang rerata tahunannya. Rentang rerata tahunan nilai tukar rupiah, yaitu Rp 16.200 per dolar AS hingga Rp 16.800 per dolar AS, dengan nilai fundamental Rp 16.500 per dolar AS.

Dia memprediksi posisi rupiah akan kembali “normal” mulai Juli hingga September 2026. “Kami lihat dengan keyakinan, April, Mei, Juni memang demamnya tinggi, tapi mulai Juli, Agustus, September, rupiah akan menguat,” kata dia.

 

Resep Habibie Stabilkan Kurs Rupiah

Terlepas dari apakah betul bahwa rupiah akan bisa menguat lagi mulai bulan Juli, Agustus dan September 2026 nanti juga belum ada jaminan pasti. Lontaran itu hanya sebatas harapan para pejabat negara, seperti biasanya. Itu bisa betul juga salah, hanya waktu yang akan membuktikannya.

Yang pasti, rakyat/masyarakat sudah mulai skeptis dengan klaim-klaim apapun yang dilontarkan para pejabat negara kita. Rakyat menginginkan pemerintah segera bertindak cepat, tanpa banyak basa-basi atau omon-omon. Mereka menginginkan pemerintah saat ini bisa meniru cara Presiden BJ Habibie dahulu dalam menstabilkan kurs rupiah.

Hampir tiga dekade silam, tepatnya pada 1998, Bacharuddin Jusuf Habibie yang saat itu sebagai Wakil Presiden dilantik oleh MPR menjadi Presiden RI ke-3, menggantikan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 setelah terjadi people power.

Ketika B.J. Habibie naik beliau dihadapkan pada situasi yang sangat sulit, inflasi tinggi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar membumbung tinggi. Harga pangan, bahan bakar minyak dan kebutuhan lainnya juga naik yang membuat masyarakat bergejolak.

Situasi politik pun tak menguntungkan, tarik-menarik kepentingan mulai terjadi dan situasi keamanan cenderung tak terkontrol terutama di Jakarta dan beberapa kota yang sempat terjadi kerusuhan. Saat itu tidak semua elite politik bisa menerima Habibie sebagai presiden.

Tapi berbekal tingkat kecerdasan (IQ) yang di atas rata-rata, pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu ternyata mampu mengatasi situasi itu semua dalam waktu yang tidak terlalu lama. Habibie mulai membenahi satu-persatu persoalan Indonesia, meski beliau menjadi presiden tanpa wakil presiden.

Pelaku ekonomi pasti ingat, Habibie merupakan sosok penyelamat rupiah. Setelah resmi dilantik menjadi presiden, Habibie langsung gerak cepat untuk mengatasi depresiasi rupiah yang saat itu berada pada level Rp 11.200/US$ dari sebelumnya hanya Rp 2.500/US$.

Beberapa pekan kemudian, nilai tukar rupiah sempat ambrol hingga mencapai level terlemahnya sepanjang sejarah, yakni di level Rp 16.800/US$ pada 1 Juni 1998. Sentimen pasar memang sangat buruk saat itu di tengah ambruknya ekonomi negara Asia lainnya.

Habibie pun tak tinggal diam, dia langsung bekerja keras dengan tim Kabinet Reformasi Pembangunan bentukannya untuk meredam gejolak rupiah. Bahkan, konon kabarnya, saat menjabat presiden beliau hanya tidur 2-4 jam setiap hari. Gambaran keseriusan beliau untuk segera membenahi kondisi negara saat itu.

Hasilnya, dalam masa pemerintahan Habibie yang singkat, kurang dari 2 tahun, rupiah tercatat menguat 34,1%, dari Rp 11.200/US$ (20 Mei 1998) menjadi Rp 7.385/US$ (20 Oktober 1999). Rupiah bahkan sempat menyentuh level terkuatnya dalam sepanjang sejarah Indonesia, yakni pada level Rp 6.550/US$ AS (28 Juni 1999).

Habibie mampu meyakinkan pasar global dan menjinakkan tekanan atas rupiah meski tanpa dukungan intervensi Bank Indonesia, yang kala itu belum memiliki kewenangan stabilisasi rupiah. Berbeda dengan saat ini, dimana Gubernur BI punya kewenangan untuk mengintervensi rupiah berkat UU No.23 tahun 1999 tentang BI yang diteken oleh Habibie.

Lalu, apa yang dilakukan Habibie ketika beliau membenahi nilai tukar Rupiah yang mengalami turbulensi? Yang pasti, Habibie tidak “menguatkan rupiah” hanya dengan satu langkah ajaib, tetapi melalui kombinasi kebijakan ekonomi, politik, dan psikologi pasar. Beberapa “resep” pentingnya antara lain:

Pertama, Menenangkan situasi politik dan keamanan

Pasar uang sangat sensitif terhadap ketidakstabilan politik. Setelah jatuhnya Soeharto, Indonesia penuh ketidakpastian. Maka, Habibie mempercepat transisi demokrasi, membuka kebebasan pers, menyiapkan pemilu, dan mengurangi ketegangan politik. Akibatnya, kepercayaan pasar perlahan pulih. Investor mulai melihat Indonesia punya arah yang jelas.

Kedua, Restrukturisasi perbankan

Banyak bank saat itu bangkrut atau nyaris kolaps. Maka Pemerintah Habibie menutup bank bermasalah, merekapitalisasi bank, membentuk lembaga penyehatan perbankan (BPPN/IBRA), serta menjamin simpanan nasabah agar masyarakat tidak panik menarik uang. Ini penting karena mata uang sulit kuat kalau sistem perbankannya rusak.

Pemerintahan Habibie mendirikan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) untuk menutup atau menggabungkan bank-bank yang sakit (bangkrut). Empat bank pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), digabung menjadi satu entitas kuat yang dikenal dengan nama Bank Mandiri.

Ketiga, Bekerja sama dengan IMF

Pemerintah melanjutkan program dengan International Monetary Fund (IMF). Walau kontroversial, kerja sama ini memberi sinyal kepada dunia internasional bahwa Indonesia serius memperbaiki ekonomi dan disiplin fiskal.

Keempat, Menjaga disiplin anggaran dan inflasi

Pemerintah Habibie berusaha mengendalikan inflasi, menata APBN, dan mengurangi kepanikan ekonomi. Sedangkan Bank Indonesia menjaga kebijakan suku bunga dan moneter agar rupiah tidak terus terjun bebas.

Saat itu, BI menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan suku bunga tinggi untuk menarik kembali minat masyarakat menabung, sehingga peredaran uang dapat dikendalikan dan inflasi turun. Selain itu, pemerintahan Habibie menerbitkan UU No. 23 Tahun 1999 yang memisahkan Bank Indonesia dari intervensi pemerintah agar kebijakan moneter berjalan obyektif dan independen.

Kelima, Memulihkan kepercayaan pasar

Ini faktor yang sering dianggap paling penting. Nilai mata uang bukan cuma soal cadangan devisa, tetapi juga: apakah investor percaya, apakah pemerintah dianggap kompeten, apakah negara stabil, juga apakah hukum berjalan?

Pemerintah Habibie menjaga harga kebutuhan vital seperti BBM dan listrik agar tidak melonjak di tengah krisis, sehingga kestabilan ekonomi makro tetap terjaga. Alhasil, pada masa Habibie, kepercayaan yang sempat runtuh berangsur-angsur mulai pulih kembali.

Sejarah mencatat, dengan menerapkan langkah-langkah berani tersebut, dalam waktu singkat (sekitar 17 bulan) pemerintahan Habibie dengan Kabinet Reformasi Pembangunannya mampu dan berhasil mengembalikan kepercayaan investor global dan pasar terhadap ekonomi Indonesia dari keterpurukan.

 

Bisakah RI Ulang Cara Habibie Pulihkan Rupiah?

Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra, menilai sulit bagi rupiah kembali seperti era Habibie. Dia mengatakan, rupiah telah menuju keseimbangan baru. “Kalau ini kayaknya nggak mungkin turun sejauh itu. Rupiah sudah bergerak menuju normal baru,” katanya dikutip dari detikcom.

Apalagi, kata dia, kala itu dolar bergerak dari angka Rp 2.500-an. Bukan seperti sekarang yang bergerak dari angka Rp 15.000. Dia mengatakan, dolar kala itu bisa jinak karena Habibie mengikuti saran IMF sehingga meningkatkan kepercayaan investor.

Senada, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menerangkan, tak bisa disamakan pergerakan rupiah saat ini dengan era BJ Habibie. Dia mengatakan, di era Habibie rupiah dari Rp 2.500 per dolar AS ke Rp 16.000. Artinya, rupiah telah kehilangan nilainya hingga 85%. Sementara, saat ini rupiah melemah dari Rp 15.800 ke Rp 16.200 per dolar AS.

“Tidak bisa disamakan rupiah di zaman Habibie dengan posisi rupiah sekarang. Pelemahan yang terjadi ketika itu dari posisi Rp 2.500 ke Rp 16.000. Rupiah kehilangan nilainya sekitar 85% dalam hitungan bulan. Saat ini Rp melemah dari Rp 15.800 ke Rp 16.200, melemah sekitar 2,5%,” terangnya.

Menurutnya, pergerakan mata uang tidak dilihat dari nominalnya, tapi dari persentase perubahan pelemahannya. Jadi amat mustahil rupiah bisa menguat ke level Rp 6.500, seperti di era Pak Habibie !!

Tags: Bacaharuddin Jusuf HabibieBank IndonesiaGubernur BIKementerian KeuanganMenteri KeuanganPelemahan RupiahSRBITerlemah Dalam Sejarah
Previous Post

Akademis UPER: Hilirisasi Biodiesel Jadi Kunci Amankan Ekonomi Nasional Menuju B50

Next Post

PHR Percepat Pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi

Dhorifi Zumar

Dhorifi Zumar

Next Post
PHR Percepat Pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi

PHR Percepat Pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak Bumi

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tectona Mitra Utama Memperkuat Industri Berkelanjutan Melalui Solusi EPC Inovatif

Tectona Mitra Utama Memperkuat Industri Berkelanjutan Melalui Solusi EPC Inovatif

Januari 22, 2025
Booth PHE Sabet Penghargaan Terfavorit di IPA Convex 2025

Booth PHE Sabet Penghargaan Terfavorit di IPA Convex 2025

Mei 23, 2025
Segera Hadir Student Debate di Tengah IPA Convex 2025

Segera Hadir Student Debate di Tengah IPA Convex 2025

April 16, 2025
Hajatan IPA, Momentum Peningkatan Eksplorasi Migas di Indonesia

Hajatan IPA, Momentum Peningkatan Eksplorasi Migas di Indonesia

April 24, 2025
Kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah ke SKK Migas

Kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah ke SKK Migas

0
SKK Migas Pastikan Pasokan Gas Bumi untuk Pasar Domestik Terpenuhi

SKK Migas Pastikan Pasokan Gas Bumi untuk Pasar Domestik Terpenuhi

0
IPA CONVEX 2024, Industri Hulu Migas Sepakat Prioritaskan Kolaborasi untuk Mengejar Target Produksi Migas dan Dekarbonisasi

IPA CONVEX 2024, Industri Hulu Migas Sepakat Prioritaskan Kolaborasi untuk Mengejar Target Produksi Migas dan Dekarbonisasi

0
IPA Convex 2024 Tekankan Ketahanan Energi Jadi Fokus Utama Industri Hulu Migas

IPA Convex 2024 Tekankan Ketahanan Energi Jadi Fokus Utama Industri Hulu Migas

0
Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

Agustus 27, 2026
Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Agustus 26, 2026
Sumur Semberah-206 Lampaui Target Produksi, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sumur Semberah-206 Lampaui Target Produksi, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Agustus 26, 2026
Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

Agustus 26, 2026

Recent News

Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

Agustus 27, 2026
Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Agustus 26, 2026
Sumur Semberah-206 Lampaui Target Produksi, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sumur Semberah-206 Lampaui Target Produksi, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Agustus 26, 2026
Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

Hadir di Jakarta, International Battery Summit 2026 di Tengah Transisi Energi

Agustus 26, 2026

Energindo TV

https://youtu.be/5vY3mJbWI7Y
Energindo

Jl. Jatijajar Naterman RT.003/RW/003 No. 127
Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos,
Depok, Jawa Barat, Kode Pos 16466
Email : surauku@gmail.com
Telp : 0817-9915-126

Follow Us

Browse by Category

  • Air
  • Angin
  • Biomassa
  • CSR
  • EBT
  • Etanol
  • Geothermal
  • Hydrogen
  • Kelistrikan
  • Migas
  • Mineral dan Batubara
  • News
  • Ragam
  • Surya

Recent News

Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

Tak Diragukan, Digitalisasi Memperkuat Efisiensi dalam Industri Hulu Migas

Agustus 27, 2026
Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Sinergi Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Peluang Bisnis Geothermal dan Migas

Agustus 26, 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi

© 2024 Energindo.co.id - Energi Indonesia | - Develop By Dharmawan

No Result
View All Result
  • Migas
  • Mineral dan Batubara
  • EBT
    • Geothermal
    • Surya
    • Angin
    • Air
    • Hydrogen
  • Kelistrikan
  • CSR
  • Biomassa
  • Etanol
  • Ragam

© 2024 Energindo.co.id - Energi Indonesia | - Develop By Dharmawan

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist