“Setiap santri membaca al-Qur’an, maka pahalanya bukan hanya untuk santri itu sendiri, melainkan juga orang tua dan wali santrinya, baik itu saat mereka masih hidup, apalagi ketika mereka sudah wafat,” demikian ungkap KH. Rofiuddin Hasbullah, S.Th.i saat menyampaikan ceramah Malam Nuzulul Qur’an di Auditorium PP Mahasina, Sabtu, 7 Maret 2026.

Sejumlah riwayat sahih menjelaskan Allah SWT menghentikan siksaan kubur ketika seorang anak sedang membaca al-Qur’an meski hanya lafaz Bismillah. “Meski seorang santri tidak paham apa yang dibacanya karena masih santri baru, pahala akan terus mengalir kepada kedua orang tuanya, baik di dunia maupun di akhirat,” ungkap kyai muda yang sedang hits di Kota Bekasi ini.
Selanjutnya, kyai muda yang masih keluarga dekat dari Pengasuh PP Mahasina yaitu Abah KH. Abu Bakar Rahziz, MA, menegaskan bahwa santri akan sukses jika melakukan dua hal, yaitu: pertama, mematuhi pesan dan nasihat orang tua, serta kedua mematuhi ajaran para guru. “Meski santri suka usil, bahkan sedikit nakal, Insya Allah, kalau melaksanakan dua hal itu kenakalannya hanya akan menjadi kenakalan anak-anak, namun ketika dewasa akan sukses,” demikian ungkap kyai yang sehari-hari mengajar di Majelis Ta’lim al-I’tshom, Jl. Cempaka Raya RT 06/01, Kel. Jatibenting, Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi.
Meski lelah, karena harus mengikuti acara sejak habis salat Asar, santri mengikuti acara tausiyah Nusulul Qur’an dengan hikmat. Selain isi ceramah yang pas untuk santri, juga karena KH. Rofiuddin Hasbullah, S.Th.i menyelingi ceramahnya dengan humor-humor jenaka, dengan vokal yang menggelorakan semangat.
Sebelum mengakhiri ceramahnya, kyai yang videonya sudah banyak tersebar di channel Youtube ini, mengajak seluruh santri membacakan doa kepada kedua orang tua secara berulang-ulang dengan penuh khusyu’, dan para santri mengikutinya sengan suara menggema namun tetap syahdu.
















































































