Jakarta, Energindo.co.id – Di era ketersedian data dengan volume serta kecepatan yang sangat tinggi, kemajuan teknologi informatika, analisis prediktif, serta meningkatnya kapasitas komputasi bisa menjadi penggerak dalam transformasi digital di semua aspek kehidupan.
Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN, Esa Prakasa menyampaikan bahwa inovasi-inovasi yang dihasilkan berusaha mengubah data-data yang bersifat strategis menjadi informasi berkualitas tinggi. Informasi ini kemudian yang menjadi dasar pada proses pengambilan keputusan.
“Untuk mengantisipasi kemajuan teknologi ini maka PRSDI menyelenggarakan Konferensi Internasional ke-11 IC3INA 2024 dengan tema: “Data-driven Innovation: Informatics in Predictive Analytics and Computing,” imbuh Esa.
Esa mengungkapkan IC3INA 2024 bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil-hasil riset terkini di bidang informatika, sains data dan informasi, komputer, serta aplikasi-aplikasi terkait yang dihasilkan oleh para peneliti ke komunitas ilmiah, dunia industri, serta masyarakat luas.
“Dengan adanya komunikasi secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan kolaborasi-kolaborasi baru, terutama kolaborasi dengan dunia industri. Kegiatan IC3INA juga menjadi ajang aktualisasi diri bagi para periset serta talenta muda untuk berinteraksi dengan para pakar yang telah berpengalaman di bidang informatika,” terang Esa.
Sebagai bentuk implementasi dari konferensi internasional ini, PRSDI akan membantu para periset baik dalam meningkatkan kualitas hasil riset maupun melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak yang ditemui selama penyelenggaraan IC3INA.
“PRSDI akan mendorong agar publikasi Prosiding IC3INA di IEEE Xplore bisa dilakukan sesegera mungkin di tahun 2024. PRSDI akan melanjutkan kegiatan IC3INA 2025 serta mencari peluang baru agar konferensi terselenggara lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tegas Esa.
Beberapa topik yang akan dibahas dalam IC3INA ini adalah Data Science, Informatics & Data Processing, ICTs Applications, Computer, Networking, dan Control.
Beberapa pembicara luar negeri yang akan hadir dalam konferensi ini, baik pada sesi pleno maupun sesi paralel, berasal dari Korea Selatan, Taiwan, United Kingdom, Australia, Jepang, Malaysia, Cyprus, India, USA, Sri Lanka, Saudi Arabia, Iraq, Rusia, dan Afganistan. Sedangkan dari Indonesia akan hadir perwakilan dari BRIN dan pembicara paralel dari beberapa perguruan tinggi ternama Indonesia.













































































