Jakarta, Energindo.co.id – Setelah menjadi Tuyul di video klip Irwan DA2 Sumenep, seiring bertambahnya usia, Valen Akbar D7 Indosiar makin menunjukkan taletanya sebagai anak bernaluri seni musik. Terlihat dari sebuah tayangan video Valen kecil memegang raket dengan cara terbalik. Ujung raket paling depan ditaruh dibelakang. Sedang ujung pegangan raket yang didepan ditaruh dibelakang. Seolah-olah memegang dan memetik gitar bagai gitaris profesional.
Kebiasaan memainkan alat musik diakui Valen, sudah ia mulai saat usia dini. Tidak hanya memainkan alat musik seperti keyboard dan electon tetapi dia pun mahir bernyanyi. “Saya sejak umur 5 tahun sudah nyanyi,” ungkapnya, seperti dikutip dari Kapan Lagi Talk pada 2 Desember 2025. Biasanya musik yang dibawakan jenis dangdut, qasidah, dan sholawat.
Bahkan, Valen kecil terbiasa menjadi mu’adin, qori’, dan melantunkan sholawatan di mushola dekat rumahnya.
Dia terinspirasi kedua kakak kandungnya yang kerap bernyanyi. Tiara dan Melly nama kedua kakak kandungnya. “Kalau mereka ngejob, saya ikut dengerin. Kadang saya ikutan duet ama kakak nyanyi, biar uji mental,” ujarnya.
Pengakuan ini diamini Melly, kakak kandungnya. “Dari kecil memang hoby nyanyi-nyanyi,” ujar Melly seperti dikutip Selebindo (11 Desember 2025). Walaupun begitu, lanjutnya, Valen orangnya pendiam, tidak banyak tingkah. Boleh jadi karena di rumah, dia laki-laki satu-satunya. Tidak temennya yang satu frekuensi. “Sepupuku juga banyak yang cewek,” katanya. Jadi Valen di rumah tidak banyak temennya, yang juga diakui Titi Fujianti, ibunda Valen.
Titi menambahkan, putranya anak yang baik. “Tak toman alaben ka reng toah mon e ro soro,” (enggak pernah membantah/ menolak permintaan orang tua bila diminta bantuan), kata Ibunya. “Tak toman ngucak enjek,” (enggak pernah bilang ‘tidak’),” tambah ibunya.
Bahkan bila bepergian ke pasar, saat Valen ingin membeli mainan, ia terlebih dulu nanya. “Ma, ada duit gak? Valen ingin beli itu, sambil tangannya nunjuk ke barang yang ingin dibelinya. “Kalau saya bilang ‘gak punya duit’, Valen tidak maksa,” tutur Ibundanya. “Nunut nak kana’en (anaknya sangat penurut,” imbuhnya. Boleh jadi Valen sangat mengerti keadaan ekonomi orangtuanya.
Walau disanjung oleh ibundanya, tetapi Valen tidak mengingkari dirinya memiliki sifat-sifat kekanak-kanakan seumumnya masa kanak-kanak; bandel, sering diomelin ortu dan sifat-sifat anak galibnya. “Ya bandel dan sering diomelin,” aku Valen, seperti disinyalir dalan Momen Emosional Pesan Top 3 DA7 untuk Diri Mereka Saat Masih Kecil/Welcome to Indosiar. Indosiar Youtube, 16 Januari 2026.
Sebelum ikut kompetisi di DA5, Valen mengasah kemampuan vokal di group musik Al-Banjary di Kelurahan Bugih Pamekasan. Selayaknya anak lain, Valen juga turut mengenyam pendidikan formal; TK Bustanul Atfal di Jungcangcang; SD Bugih I; SMP II dan MAN I Pamekasan.
Di tengah masa studinya, kakak kandung dari Senja ini kerap mendapat job nyanyi. Bila tidak ada, ia suka membuat video menyanyi live dan diuploud di platform Tik Tok dan Youtube. “Lumayan dapat penghasilan,” akunya, seraya terkekeh. Selain memperoleh penghasilan, video tersebut dijalankan sebagai kenangan.
Namun bila ada job nyanyi, honor yang diterimanya tidak semua dihabiskan. Hanya sebagian kecil, untuk jajan. Selebihnya diberikan ke orangtuanya. “Duitnya dikasih ortu, saya dikasih dikit buat jajan. Gak boleh banyak-banyak,” kenang putra ketiga pasangan M. Ali Wafa dan Titi Fujianti.
Talenta Valen dalam olah vokal ini tidak dititiskan dari kedua orangtuanya. “Ortu gak bisa nyanyi. Fals semua suaranya,” tutur Valen, tersenyum-senyum.
Sementara ayahnya, Ali Wafa mengatakan bibit-bibit seni putranya diperoleh dari sang paman. “Kalau dari saya dan ibu tidak ada. Mungkin dari Omnya, pengarang Cerpen,” tandas Ali Wafa, seperti yang dituturkannya pada Wid dari Dewan Kesenian Pamekasan di TJB Madura (7 November 2025).














































































