Jakarta, Energindo.co.id – Momentum hari jadi Pertambangan dan Energi ke 81 yang bertepatan pada Senin (28/9/2026), PHR Zona 4 sukses memproduksi migas sebesar 2873.4 BOPD dan 1.49 MMSCFD. Capaian ini sebagai Kado Ulang Tahun (Ultah) Kementerian ESDM ke 81. Demikian diungkapkan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto pada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id pada Selasa pukul 07.26 WIB (29/9/2026).
Menurut DjokoSiswanto, Pertamina EP Asset 2 (PT. PHR Zona 4) telah melakukan tajak pengeboran sumur pengembangan GNK-114 pada 13 Juli 2026 dan per tanggal 28 September 2026 telah berhasil melakukan uji produksi menggunakan metode dual string completion.
“Pada tanggal 27 September, dilakukan komplesi Long String pada lapisan TAF-K1 (1768-1769 mMD) berhasil mendapatkan laju alir sebesar 2873.4 BOPD dan 1.49 MMSCFD yang mengalir secara natural Open Flow, dari target initial produksi sebesar 216 BOPD. ( melebihi target 1000% lebih),” papar Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto.
Sedang pada Senin (28/9/2026) dilakukan komplesi pada Short String di lapisan TAF-C1 (1558-1561 mMD) dan TAF-C2 (1572-1574 mMD) yang berhasil mendapatkan hasil produksi sementara sebesar 2731.68 BOPD dan 1.47 MMSFCD.
“Dari kedua hasil uji produksi di atas, jika kedua string dibuka pada open flow, berpotensi dapat mengalir sebesar 5,605.68 BOPD & 2.96 MMSCFD,” ujar Djoksis.
Namun, imbuh Djoksis, potensi laju alir ini masih perlu dilakukan evaluasi bean performance untuk kedua lapisan long dan short string untuk optimasi produksi yang nantinya akan dialirkan ke EPF#5 Gunung Kemala.
Sebagai informasi tambahan, ungkap Djoksis, pelaksanaan operasi di Sumur GNK-114 (GNK-PD80) tercatat telah membukukan total safe man hours sebesar 52244 jam sejak pertama kali tajak, dengan tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan Operational Excellent.
Lokasi pengeboran ini terletak di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, di sebelah Barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Lebih jauh Djoksis menjelaskan bahwa sumur tersebut dibor secara Directional/Berarah menggunakan Rig PDSI #41.3/N110-UE hingga kedalaman akhir di 1885 mMD / 1884.66 mTVD, dalam total waktu 37 hari dari program 55 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi hingga 28 September 2026.
“Estimasi biaya (based on field estimate) yang sudah dikeluarkan adalah sebesar USD 6,424,026.31 (74.56% dari AFE yang disetujui),” tandas Djoksis sembari memohon doa dan dukungan agar sumur segera diproduksikan sekaligus dual string/tubing agar supaya produksinya sebesar : +/- 5600 BOPD & gas 3 jt standar cubic feet per day dengan aman lancar dan selamat.
Pada momentum bersejarah ini seluruh pejabat dan pegawai KESDM dipimpin oleh Bapak Menteri yang bertindak sebagai Inspektur Upacara melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta dan di beberapa makam para Menteri ESDM.




































































