Jakarta, Energindo.co.id – Serikat Pekerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SP SKK Migas) resmi menetapkan Aldy Amir sebagai Ketua SP SKK Migas periode 2026–2028. Aldy terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) SP SKK Migas yang dihadiri jajaran pengurus dan perwakilan anggota.
Usai terpilih, Aldy menegaskan pentingnya konsolidasi internal organisasi sebagai langkah awal untuk menyatukan visi dan misi serta menyamakan pandangan di seluruh tingkatan SP SKK Migas.
Menurutnya, soliditas internal menjadi modal penting bagi serikat pekerja untuk menghadapi berbagai dinamika industri hulu minyak dan gas bumi (migas), termasuk agenda strategis berupa pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) yang kini menjadi hak inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Ketua SP SKK Migas periode 2026–2028, Aldy Amir, mengatakan amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh anggota.
“Langkah awal kami adalah menyamakan visi dan misi di seluruh tingkatan serikat pekerja agar kita berada dalam satu barisan yang solid,” kata Aldy, Selasa (2/9/2026).
Ia menilai penyelarasan visi dan misi tersebut semakin penting di tengah proses penyusunan RUU Migas yang sedang dilakukan DPR RI melalui hak inisiatif legislatif.
SP SKK Migas, lanjut Aldy, siap mengawal proses pembahasan regulasi tersebut sekaligus memberikan masukan yang konstruktif. Hal ini dilakukan agar regulasi baru nantinya mampu memberikan kepastian hukum, memperkuat tata kelola industri hulu migas, melindungi hak-hak pekerja, serta mendukung kedaulatan energi nasional.
Aldy menambahkan, kesamaan visi di internal organisasi akan menjadi modal utama bagi SP SKK Migas untuk berperan aktif sebagai mitra strategis, baik bagi manajemen SKK Migas, pemerintah, maupun DPR RI.
“Dengan soliditas dan kesamaan visi, kami ingin memastikan SP SKK Migas dapat berkontribusi secara konstruktif dalam setiap proses perubahan dan kebijakan yang berkaitan dengan industri hulu migas,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan periode 2026–2028, SP SKK Migas berkomitmen memperkuat ruang dialog, mengawal isu-isu kesejahteraan pekerja, serta memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional di tengah dinamika regulasi dan berbagai tantangan industri hulu migas.
Sementara itu, Ketua SP SKK Migas periode 2024–2026, Afriandi E. Prasetya, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Aldy Amir sebagai ketua SP SKK Migas yang baru.
Afriandi berharap seluruh anggota dapat memberikan dukungan terhadap kepemimpinan baru, mengingat posisi SP SKK Migas memiliki peran strategis dalam merespons berbagai perubahan yang terjadi di industri hulu migas.
“Ini harus sama-sama kita dukung, mengingat SP SKK Migas sangat strategis dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi di industri hulu migas,” kata Afriandi.
Ia menambahkan, estafet kepemimpinan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi sekaligus menjaga kesinambungan perjuangan SP SKK Migas dalam memperjuangkan kepentingan pekerja dan mendukung keberlangsungan industri hulu migas nasional.











































































