Depok, Energindo.co.id – Wilson Marcelieno Susilo, Michael Christian Tan, dan Listiani Ayodya Wardani yang tergabung
dalam Team Viscora dari Program Studi Teknik Bioproses Universitas Indonesia berhasil meraih gelar Champion pada ajang Fracturing Fluid Design Competition dalam rangkaian Petroleum Integrated Days (Petrolida) 2026 x SLB. Kompetisi ini merupakan salah satu cabang perlombaan
bergengsi di bidang teknik perminyakan dan energi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menyelesaikan studi kasus industri migas secara komprehensif.
Petrolida sendiri merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) ITS Student Chapter sebagai wadah pengembangan inovasi, kreativitas, dan kolaborasi mahasiswa di bidang minyak, gas, dan energi.
Kegiatan ini bertujuan mempererat
hubungan antar student chapter, mahasiswa, dan industri energi, sekaligus menjadi platform bagi mahasiswa untuk memberikan solusi terhadap tantangan energi masa kini. Sementara itu, SLB merupakan salah satu perusahaan teknologi energi terbesar di dunia yang bergerak di bidang oilfield services, reservoir performance, well construction, digital solutions, dan production systems untuk industri energi global.
Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk merancang desain hydraulic fracturing pada
reservoir gas berpermeabilitas rendah dengan kualitas reservoir yang buruk dan performa produksi yang rendah. Team Viscora mengembangkan solusi berupa desain hydraulic fracturing dua tahap menggunakan sistem fluida Delayed Borate Crosslinked Guar 40 pptg yang dikombinasikan dengan treatment schedule teroptimasi serta staged proppant design. Desain tersebut disusun melalui serangkaian evaluasi reservoir, simulasi fracture geometry menggunakan model Pseudo-3D (P3D), serta analisis performa produksi dan keekonomian sumur.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain yang diusulkan mampu menghasilkan fracture half-length lebih dari 100 ft dengan fracture conductivity yang tinggi dan distribusi proppant yang optimal untuk meningkatkan aliran gas dari reservoir menuju sumur. Selain itu, hasil nodal
analysis memperkirakan total produksi mencapai sekitar 492 MSCF/D, melampaui target produksi awal sebesar 350 MSCF/D. Dari sisi ekonomi, desain tersebut juga menunjukkan hasil yang menjanjikan dengan payback period kurang dari satu tahun serta Net Present Value (NPV) positif selama lima tahun operasi.
Proses pengerjaan kompetisi ini melibatkan berbagai tahapan teknis yang intensif, mulai dari rerun simulasi, optimasi treatment schedule, evaluasi sensitivitas parameter, hingga diskusi teknis mendalam terkait fracture design dan performa reservoir.
Keberhasilan Team Viscora menjadi kebanggaan tersendiri karena seluruh anggota tim berasal dari Teknik Bioproses Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa mahasiswa lintas disiplin mampu bersaing dan berprestasi pada kompetisi teknik perminyakan tingkat nasional.
Team Viscora juga menyampaikan apresiasi kepada para mentor, Alicia Elke dan Endras Herdad Jaya, atas seluruh bimbingan dan dukungan yang diberikan selama kompetisi berlangsung. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para juri, yaitu Arief Prayuda Utama, Mochamad Fa’iq, dan Shahnaz Adiibah, atas seluruh masukan, diskusi, dan evaluasi yang sangat berharga
selama rangkaian perlombaan.
Melalui pencapaian ini, Team Viscora berharap dapat terus mendorong semangat inovasi, kolaborasi multidisiplin, dan pengembangan solusi teknologi energi yang aplikatif serta berkelanjutan bagi industri energi Indonesia di masa depan.












































































