Jakarta, Energindo.co.id – Kompetisi Hackathon Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning tingkat nasional yang diselenggarakan oleh SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mendapat antusiasme tinggi dari pelaku industri hulu migas maupun kalangan akademisi.
Pada kategori KKKS, tercatat sebanyak 65 proposal dari bidang subsurface dan surface telah disubmit, menghadirkan beragam inovasi serta solusi berbasis AI untuk menjawab berbagai tantangan di industri hulu migas. Sementara itu, kategori universitas juga memperoleh sambutan yang sangat positif dengan 102 proposal dari 27 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang turut berpartisipasi dalam ajang ini.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2023, tingkat partisipasi hackathon ini terus meningkat signifikan, dari sekitar 200 peserta menjadi lebih dari 700 peserta pada tahun 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya minat dan kesiapan talenta nasional dalam memanfaatkan teknologi AI dan machine learning guna mendukung transformasi serta efisiensi industri hulu migas di Indonesia.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengasah kemampuan, berinovasi, serta menciptakan solusi berbasis teknologi kecerdasan buatan guna menjawab berbagai tantangan, khususnya di industri hulu minyak dan gas bumi. Salah satu capaian yang sangat menggembirakan pada tahun ini adalah potensi value creation yang mencapai lebih dari Rp4,5 triliun. Nilai ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan bahwa implementasi AI dan ML mampu memberikan dampak nyata terhadap efisiensi operasi, peningkatan produksi, pengurangan downtime, dan keberlanjutan operasi industri hulu migas.
Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas praktisi industri, akademisi, dan peneliti di bidang kecerdasan buatan antara lain Onno Widodo Purbo, Romi Satria Wahono, I Made Wiryana, Zuher Syihab, Teguh Handjojo, Joko Nugroho PHW dan Febrita Kusuma Wardana. Kegiatan kompetisi dibuka oleh Deputi Eksploitasi SKK Migas, Surya Widiantoro, serta dihadiri oleh Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja (EPMWK), Rikky Rahmat Firdaus, dan Sekretaris SKK Migas, Luky Yusgiantoro.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa talenta AI Indonesia memiliki potensi besar dan siap bersaing di tingkat global,” ujar Deputi Eksploitasi SKK Migas, Surya Widiantoro.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di kantor SKK Migas ini menjadi ajang bagi para peserta untuk mempresentasikan dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mengembangkan solusi berbasis AI dan Machine Learning. Melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jejaring, berbagi pengetahuan, meningkatkan exposure, serta memperkuat kolaborasi antar peserta dan pemangku kepentingan dalam pengembangan teknologi AI di Indonesia.











































































