Jakarta, Energindo.co.id – Dalam rangka mendukung upaya-upaya peningkatan lifting migas untuk mendukung ketahanan energi nasional, baru-baru ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus melakukan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. SKK Migas melakukan audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup RI untuk memperkuat dukungan percepatan proyek strategis hulu migas dengan tetap mengedepankan kepatuhan lingkungan. Pada kesempatan tersebut, SKK Migas dan INPEX Masela Ltd. menyampaikan apresiasi atas percepatan penerbitan AMDAL Lapangan Abadi WK Masela.
Pertemuan juga mencakup pembahasan progres Proyek Abadi WK Masela serta dukungan percepatan proses AMDAL pengembangan Wilayah Kerja Cepu sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi hingga 2.000 BOPD.
Menurut pihak SKK Migas dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) Inpex Masela Ltd. untuk proyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela telah terbit. Saat ini, Inpex sedang menyelesaikan pembayaran kompensasi atau ganti rugi tanam tumbuh bagi masyarakat yang terdampak proyek tersebut agar dapat rampung satu pekan sebelum Idulfitri 2026 atau sebelum groundbreaking yang ditargetkan akhir Maret 2026.
“Nah, ini tadi mengenai ask for help dan permintaan Bupati Tanimbar supaya kompensasi tanam tumbuhnya kepada masyarakat. Kita selesaikan seminggu sebelum Lebaran kalau bisa,” kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam rapat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) di Kementerian Keuangan, dikutip Rabu (25/2/2026).
Djoko mengungkapkan besaran ganti rugi yang ditetapkan bagi lahan masyarakat yang terdampak dinilai masih cukup kecil, sehingga terdapat tim terpadu yang berisi pemerintah daerah untuk melakukan negosiasi terkait dengan besaran dana ganti rugi tersebut.
Lebih lanjut, Djoko mengungkapkan penandatanganan kontrak front end engineering design (FEED), floating production, compression, and injection facility (FPCI), onshore liquified natural gas facility (OLNG), floating production storage and offloading (FPSO), engineering, procurement, construction, and installation (EPCI), subsea, umbilical, risers, and flowlines (SURF), hingga gas export pipeline (GEP) telah dilakukan pada kuartal III-2025.
Lebih jauh dikatakan bahwa SKK Migas membutuhkan support terkait percepatan AMDAL proyek strategis nasional, dukungan peningkatan produksi wilayah kerja Cepu, Akselerasi UKL/UPL untuk rencana pengeboran lebih dari 1.000 sumur di tahun 2026 serta sinergi lintas kementerian untuk menjaga keseimbangan produksi dan keberlanjutan lingkungan.















































































