Jakarta, Energindo.co.id – Masyarakat Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menjalani periode Ramadan Idulfitri 2026 (RAFI) dengan nyaman karena adanya jaringan gas bumi (jargas) yang andal untuk keperluan memasak. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas mengatakan bahwa sebanyak 34.145 sambungan Rumah Tangga (SR) Kota Tarakan menikmati hadirnya layanan gas bumi melalui pipa.
“Kami ingin melihat secara langsung bahwa pasokan dan distribusi energi di Tarakan dan sekitarnya dalam kondisi aman. Juga dengan 90% total pengguna jargas dalam merayakan Idulfitri 1447 Hijriyah. InsyaAllah tidak ada gangguan, serta distribusi energi dalam kondisi aman dan terkendali,” ujar Wahyudi saat meninjau langsung layanan jargas bagi konsumen Rumah Tangga (RT) dan Pelanggan Kecil (PK) Kota Tarakan, Jumat (27/3/2026).
Tarakan, lanjut Wahyudi, menjadi kawasan percontohan bagi daerah lain dalam menerapkan penggunaan energi rendah emisi. Memanfaatkan langsung sumber daya energi yang ada untuk ketahanan dan kemakmuran rakyat, sejalan dengan program swasembada energi yang dicanangkan Pemerintah.
Jargas Tarakan dibangun secara bertahap sejak tahun 2010 hingga tahun 2020 menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Suplai gas untuk Kota Tarakan berasal dari PT Medco E&P Tarakan sebesar 0,3 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) dan Pertamina EP Bunyu sebesar 0,3 BBTUD. Alokasi gas untuk program jargas di Kota Tarakan juga telah terserap optimal.
“Kota Tarakan istimewa, dekat dengan sumber gas bumi. Sesuai Asta Cita Presiden Republik Indonesia adalah kemandirian energi nasional, terutama di Tarakan dengan suplai gas bumi yang berasal dari Medco E&P Tarakan dan Pertamina EP Bunyu untuk pemanfaatan penuh pada jargas,” imbuhnya.
Wahyudi melanjutkan, penggunaan Jargas di Tarakan berpotensi menurunkan beban subsidi gas LPG 3 kilogram (Kg) yang sebagian besar bahan bakunya berasal dari impor. Energi yang dihasilkan secara mandiri di wilayah Tarakan dan harga yang lebih murah juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat, sehingga membantu meningkatkan perekonomian daerah.
“Pemerintah berharap pemanfaatan energi yang diproduksi dari Tarakan, dapat optimal dimanfaatakan oleh masyarakat secara penuh. Tentunya ini juga kerja keras dari Pemerintah Daerah, Pertamina dan PT PGN, agar asas manfaat kepada masyarakat dapat memberikan harga (Jargas) yang lebih kompetitif dan turut serta dapat menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Wahyudi.
Pemerintah terang Wahyudi, memastikan wilayah yang berada di titik terluar dan perbatasan dapat menikmati energi dengan harga yang terjangkau. Tarakan sendiri dalam waktu dekat dapat menerapkan 100% pengunaan jargas bagi masyarakat.
“Kami turut memastikan daerah-daerah yang posisinya sangat jauh ini, penting untuk dipastikan kemandirian energinya. Untuk wilayah Tarakan, sudah aman semua. Pemerintah benar-benar hadir untuk masyarakat di Tarakan dan penyiapan energinya sudah sangat baik,” ujarnya.
Manfaat jargas di Kota Tarakan dirasakan secara langsung oleh konsumen Rumah Tangga maupun Pelanggan Kecil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sabiran (32), salah satu konsumen Rumah Tangga di kawasan Desa Karangrejo, Kecamatan Tarakan Barat mengakui keunggulan jargas yang terus mengalir setiap waktu dengan harga yang lebih murah, terutama saat lebaran.
“Hadirnya jargas di Tarakan ini sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di momen Ramadan dan Idulfitri. Saat memasak, tidak perlu takut kehabisan gas karena aliran gas selama 24 jam. Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah telah membantu dan melancarkan aliran gas,” ucap Sabiran yang telah menggunakan jargas sejak tahun 2010.
Sementara di sisi konsumen Pelanggan Kecil, Elisabeth, pemilik Warung Teras Tarakan mengungkapkan bahwa tidak mengalami gangguan selama menggunakan layanan jargas. Biaya operasi juga menjadi lebih efisien. “Usaha kami mulai berdiri di tahun 2013 dan sebagai warung pertama yang menggunakan jargas di Tarakan, sama sekali tidak ada keluhan dalam memasak. Harganya pun juga lebih murah (dibandingkan menggunakan LPG),” terang Elisabeth.
General Manager PGN Sales Operation Region (SOR) III Hedi Hedianto menegaskan, PGN berkomitmen terus menyalurkan jargas kepada masyarakat di wilayah Tarakan dengan menyiapkan berbagai langkah dan kesiapan sebagai bagian pelayanan distribusi energi baik.
“Sebagai bentuk komitmen kami, kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk pengoperasian kompor pada jargas agar tetap aman, dan kami juga memiliki tim penanggulangan yang siap siaga 24 jam apabila terdapat kendala apapun dari pelanggan,” kata Hedi.
Keandalan layanan jargas di Tarakan juga diungkapkan Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Kota Tarakan Ajat Jatnika. Ia menyampaikan bahwa masyarakat Tarakan merasakan langsung manfaat hematnya pemakaian jargas. Harapannya, seluruh wilayah Tarakan dapat teraliri jargas di tahun depan.
“Dengan adanya jargas, ini sangat ekonomis sekali bagi masyarakat. Kami atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih atas suplai yang mencukupi dan dapat kita manfaatkan dengan baik. Harapannya, tahun depan Tarakan genap 100% dapat menggunakan jargas,” terangnya.
Selain memastikan penyaluran jargas di sektor hilir, Wahyudi juga menyambangi Medco E&P Tarakan sebagai pemasok gas untuk memastikan pasokan gas bumi dari hulu mengalir secara aman hingga ke masyarakat. “Kami berikan apresiasi kepada Medco atas perjuangannya untuk reliability supply (penyediaan yang dapat diandalkan) pada produksi gas yang kontinyu kepada masyarakat pengguna jargas di Tarakan,” tutur Wahyudi.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani, dan Senior Manager Field Relations and Security Onshore Medco E & P Tarakan Herman Fauzi.








































































