Jakarta, Energindo.co.id – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong Subholding Downstream Pertamina terus menjaga ketahanan energi, utamanya ketersediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) baik secara nasional maupun di daerah. Hal ini disampaikan Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa saat menghadiri Kunjungan Kerja Panja Migas Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Batam, Kepulauan Riau.
Keandalan penyediaan dan pendistribusian BBM menjadi syarat agar masyarakat memperoleh energi secara aman dan merata. “Alhamdulillah Ketahanan energi hingga 4 Februari 2026 cukup aman, di mana pada akhir tahun 2025 cadangan sempat mengalamai penurunan khususnya di MOR 2. Dari pihak PPN juga telah berkomitmen untuk dapat terus meningkatkan ketahanan stok BBM nasional,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Baskara menambahkan penggabungan manajemen PPN, PT Pertamina Internasional Shipping (PIS), dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di sektor downstream atau hilir diharapkan mempercepat pemenuhan kebutuhan energi BBM bagi seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menekankan perlunya penyesuaian kapasitas penyimpanan BBM di lokasi strategis untuk mendukung ketersediaan stok nasional, mengingat di beberapa wilayah membutuhkan perhatian dalam proses distribusi BBM. Peningkatan pemanfaatan BBM perlu diimbangi dengan modernisasi fasilitas penyimpanan agar distribusi BBM tetap berjalan optimal.














































































