Jakarta, Energindo.co.id – Sejumlah wilayah di Jawa, Madura dan Bali (Jamali) mengalami pemadaman listrik pada Rabu, 10 Juni 2026.
Kenapa begitu? Institute for Essential Services Reform (IESR) menduga bahwa pemadaman bergilir yang terjadi belakangan dipicu oleh rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU di sistem Jamali sehingga harus beroperasi di bawah kapasitas optimal.
CEO IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan bahwa, “Pemadaman bergilir yang terjadi selama tiga hari terakhir merugikan konsumen secara finansial,” katanya pada Energindo, Jumat (12/6/2026).
Menurut IESR, harus ada evaluasi yang menyeluruh dari pemerintah. Transisi energi juga harus dipercepat dengan pembangunan pembangkit salah satunya melalui program 100 GW PLTS yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Aksi massal tuntut Dirut PLN dicopot
Ratusan massa melakukan demonstrasi di kantor pusat PLN menuntut Dirut PLN segera dicopot
Krisis yang melanda PT. PLN saat ini memotret dengan jelas bagaimana hancurnya pilar integritas perusahaan negara tersebut
Kasus yang melanda Sumatra beberapa bulan lalu pemadaman listrik total (blackout) hal ini menunjukkan bahwa gagalnya sistem pertahanan otomatis akibat kelalaian sistemik
Ditambah lagi dengan adanya dugaan korupsi dana CSR di tengah penderitaan rakyat yang semakin parah
Darmawan Prasodjo diduga melakukan modus pengadaan proyek fiktif berupa penggelembungan anggaran (Mark Up) dan melakukan kongkalikong dengan vendor internal serta pihak internal PLN
Dalam masa jabatannya dari tahun 2021-sekarang Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo Tahun 2021 PLN mengalami kerugian sebesar 28,1 T, kemudian disusul tahun 2022 dengan kerugian sebesar 36,7 T, pada tahun 2023 mengalami kerugian 42,9 T, tahun 2024 sebesar 48,3 T, tahun 2025 sebesar 51,2 T, tahun 2026 sebesar 55+T yang mana setiap tahun angkanya terus bertambah
Koordinator Lapangan Deby Abi Yanto menyatakan bahwa di tengah kondisi masyarakat yang tidak stabil dan ekonomi semakin merosot kita terus dipertontonkan dengan pejabat korup yang tidak ada habisnya, seperti dikutip dari
Mahasiswa Dan Masyarakat Mendesak Copot DIURT PT PLN dan DIRUT SDM PT PLN
Massa aksi yang berlangsung di 2 titik KPK & PT. PLN melibatkan hampir 500 orang dari berbagai aliansi mahasiswa dan masyarakat diwarnai dengan melempar telur sebagai bentuk kemarahan dan kekecewaan terhadap pejabat PLN
Tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut fokusnya terdapat beberapa point utama, yaitu:
1. Mendesak KPK dan BP BUMN untuk segera mencopot dan memeriksa Direktur Utama PT. PLN Darmawan Prasodjo
2. Periksa dan copot Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo adanya indikasi kesengajaan blackout yang terjadi di Sumatra.















































































