Jakarta, Energindo.co.id – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus memacu pengembangan sektor hilir migas, sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi terkini. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri, tetapi juga diintegrasikan dengan penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sebagai aset strategis yang mampu memimpin Indonesia mencapai swasembada energi.
Saat ini, tantangan pengelolaan industri hilir migas semakin kompleks, regulasi yang diterapkan juga berbasis risiko dan data, transparansi, serta keandalan layanan. Menghadapi persaingan yang ketat, SDM di sektor hilir migas tidak cukup hanya memiliki kemampuan secara teknis, tetapi juga harus mampu membaca risiko dan peluang, menjalankan regulasi, menguasai data dan menjunjung tinggi integritas.
“Sumber daya manusia itu bukan aset yang kategorinya tetap atau tidak bergerak, melainkan aset strategis yang menggerakkan semua aset dan mampu memimpin Indonesia mencapai cita-cita swasembada energi. Sangat penting menjadi generasi muda yang secara akademik cukup dan layak untuk mengembangkan diri dan berkontribusi di lingkungan kerja, termasuk di hilir migas,” ungkap Kepala BPH Migas Wahyudi Anas saat membuka acara Downstream Energy Talent & Future Professionals Alignment and Commitment di Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026). Acara ini merupakan kerja sama BPH Migas dan Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas).
Oleh karena itu, diperlukan ekosistem pembangunan SDM yang terintegrasi. Kolaborasi antara regulator, Badan Usaha, dan akademisi menghasilkan kurikulum bersama berdasarkan kebutuhan nyata pengawasan dan operasional di sektor hilir migas. Proses pembelajaran juga menggunakan kasus riil di lapangan hingga pemanfaatan sistem teknologi informasi.
“Melalui rangkaian kolaborasi ini, kita berharap SDM hilir migas yang dihasilkan tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga kompeten, adaptif, dan siap menghadapi kompleksitas sektor hilir migas ke depan,” tambahnya.
Badan Usaha di sektor hilir migas diharapkan terlibat aktif dalam mendukung pengembangan kompetensi SDM Indonesia. Partisipasi dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme, mulai dari fasilitasi magang, pemberian beasiswa pendidikan, hingga penyerapan lulusan mahasiswa secara lebih masif.
“Infrastruktur bisa kita bangun dalam hitungan tahun, namun wajib dikelola oleh SDM yang unggul. BPH Migas siap berjalan bersama PEM Akamigas dan seluruh Badan Usaha untuk menyiapkan SDM sektor migas Indonesia yang tangguh,” ujar Wahyudi.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Rachmat Hutama dalam kesempatan tersebut memaparkan perspektif global di sektor migas saat ini, antara lain era transisi energi menuju energi yang ramah lingkungan dan membutuhkan investasi tinggi.
Selain itu, sebagian besar fasilitas hilir di Indonesia dibangun pada era tahun 60-70an, sehingga memerlukan pemeliharaan intensif dengan tetap mengedepankan keselamatan migas. Era digital juga membawa disrupsi melalui penerapan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Meski meningkatkan efisiensi, digitalisasi menuntut kesiapsiagaan terhadap ancaman keamanan siber.
Kompetensi utama yang harus dimiliki oleh SDM di sektor hilir migas saat ini, antara lain penguasaan operasional dan rancang bangun, adaptif terhadap perubahan regulasi, serta kemampuan beradaptasi dengan era digital dan kemampuan memimpin.
Transformasi SDM bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk memastikan Indonesia tetap berdaulat secara energi di tengah perubahan zaman,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Energi dan Mineral Akamigas Erdilla Indriani menegaskan komitmen PEM Akamigas untuk terus menghasilkan SDM berkualitas tinggi bagi industri migas nasional.
Menjawab tantangan industri yang dinamis, PEM Akamigas menerapkan strategi pendidikan vokasi yang intensif. Kurikulum disusun secara terstruktur dengan pendekatan capstone project di semester 6, di mana mahasiswa mengkaji masalah nyata di lapangan.
PEM Akamigas juga memastikan lulusannya memiliki sertifikasi berbasis kebutuhan industri. Saat ini terdapat 5 program studi yaitu Teknik Produksi Migas, Teknik Pengolahan Migas, Teknik Mesin Kilang, Teknik Pengolahan Minyak dan Gas, serta Logistik Migas.
Dalam forum ini, Erdilla mengundang Badan Usaha hilir migas membangun kolaborasi karena lulusan PEM Akamigas dapat berkinerja baik dan menjadi SDM unggul. Untuk itu, sebagian pengajarnya merupakan praktisi industri migas.
“Kami membutuhkan dosen praktisi untuk berbagi pengetahuan, baik secara daring maupun luring. Kami ingin mahasiswa belajar dari mereka yang berkecimpung langsung di industri migas,” pungkasnya.
Downstream Energy Talent & Future Professionals Alignment and Commitment diselenggarakan untuk mewujudkan penyelarasan dan komitmen antara BPH Migas, Industri Hilir Migas, dan PEM Akamigas dalam menyiapkan SDM sektor hilir migas profesional yang kompeten, tersertifikasi, dan siap berkontribusi secara berkelanjutan.













































































