“Sebelum bercakap dan menyampaikan petuah, kita tengok video dulu,” demikian ungkap Encik Basir Bahir, Timbalan (Wakil) Pengarah Pusat Pengurusan UKM, di mana salah satu tugasnya adalah memantau riset dan pencapaian pelajar yang berumur di bawah 18 tahun.
Selasa, 10/2/2026, santri PP Mahasina dari Kelas 9 sampai Kelas 12 mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan petuah dari sejumlah akademisi Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Mereka adalah Prof. Dr. Sabariah Mohamed Saleh, Dr. Daniella Maryam Mohamed Mokhtar, Encik Basir Bahir, dan Encik Mohamed Akmal Harith MH. Adapun orang Indonesia asli lulusan UKM yang ikut dalam safari ini adalah Diska Mona Fatia, M.Sc, perempuan cantik asal Padang, Sumatera Barat.
Mereka memaparkan seluk beluk perkuliahan di UKM sekaligus membuka wawasan santri Mahasina, terkait hal-hal yang harus dipelajari setelah lulus di pesantren, sebagai bekal persiapan untuk meraih kesuksesan di masa depan. Salah satunya adalah terkait urgensi menguasai Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
Malaysia dan Indonesia merupakan negara serumpun. Makanan dan minuman sama. Hanya saja mungkin dengan nama berbeda. “Es jeruk” di Indonesia, “Es Limo” di Malaysia. “Kelilling-keliling” di Indonesia, “pusing-pusing” di Malaysia. “Indonesia dan Malaysia adalah saudara,” ungkap Encik Basir dengan logat Upin Ipin yang kental.
“Saya tak cakap banyak. Saya ingin memberikan laluan (kesempatan) kepada encik berikutnya,” demikian ungkap Encik Basir mengakhiri petuahnya.
Para santri senang mengikuti acara ini, selain menonton video, mereka juga mendapatkan wawasan internasional dari para akademisi dari negeri Jiran.
Pukul 12.30 acara selesai. Para tamu dari Malaysia bersantap siang di rumah Pengasuh PP Mahasina, untuk berikutnya melanjutkan perjalanan ke Depok, Jawa Barat, dalam rangka mengenalkan pengajian (pengajaran dan perkuliahan) di Malaysia umumnya dan di UKM khususnya.
Oh ya, biaya hidup di Malaysia berkisar Rp 4 juta. Sedangkan biaya pengajian untuk ilmu sosial adalah Rp 80 juta pertahun, dibayar cicilan mengikut bulan. Maaf, saya tulis ulang pakai Bahasa Indonesia saja: biaya pendidikan di perguruan tinggi untuk ilmu sosial sekitar Rp 80 juta pertahun, bisa dicicil perbulan.













































































