Program Swasembada Energi adalah langkah yang tepat oleh Pak Presiden Prabowo Soebianto. Pasalnya, upaya ini akan membuka ruang sebesar-besarnya bagi Private Sector Migas untuk berkiprah di setiap perusahaan operator Migas. Disamping itu akan memberikan karpet merah bagi anak, cucu, cicit dan perusahaan yang berafiliasi dengan Pertamina untuk bermain di Global Market sehingga percepatan pertumbuhan ekonomi akan terjadi.
Jamak diketahui Presiden Republik Indonesia Prabowo SSoebiantoakan menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada energi. Program ini adalah pemikiran yang tepat dalam menghadapi persaingan energi di dunia global. Namun cita-cita tersebut sejatinya harus diikuti dengan upaya perubahan Peraturan Tiga Menteri yang selama ini memberikan karpet merah kepada anak, cucu, cicit dan perusahaan yang berafiliasi dengan Pertamina untuk mendapatkan pekerjaan di Pertamina. Anak, cucu, cicit dan perusahaan yang berafiliasi dengan Pertamina seharusnya telah bermain di global market karena mereka didanai oleh negara dan bisa difasilitasi oleh negara untuk bisa bermain dan bersaing dengan pemain Global Market.
Mereka juga bisa menggandeng pemain private – private sektor untuk bermain dan bersaing di tingkat global market. Dengan demikian otomatis pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan Presiden Prabowo bakal tercapai.
Kehadiran anak, cucu, cicit dan semua perusahaan yang berafiliasi dengan Pertamina juga dapat mencegah terjadinya kebocoran karena terjadi persaingan yang tidak sehat dengan private sektor yang ada. Hal ini mengakibatkan private sektor migas yang telah terbentuk tidak tumbuh dan berkembang, karena salah satu indikator terjadinya keberhasilan swasembada energi adalah tumbuh dan berkembangnya private sektor di bidang Migas di daerah-daerah provinsi dan kabupaten kota di daerah penghasil Migas.
Apabila private sektor migas tumbuh dan berkembang maka otomatis ekonomi di provinsi daerah penghasil migas ekonomi akan tumbuh dan bergerak sampai pada kabupaten kota dimana daerah mereka bersentuhan dengan operasi Migas.
Kehadiran Pertamina Hulu Rokan ( PHR ) Zona Rokan dengan mengganti operator sebelumnya yang merupakan dari negara luar seharusnya membuat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau beserta dengan kabupaten kota yang bersentuhan dengan operasi akan terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target masing-masing kepala daerah karena uang beredar di daerah tersebut. Namun sayangnya hal ini masih belum terjadi karena terjadi gejolak dimana di daerah yang bersentuhan dengan operasi.
Pertamina Hulu Rokan ( PHR ) untuk Zona Rokan kehadirannya harus kita dukung penuh agar bisa tumbuh dan berkembang bersama private sektor Migas yang ada di Provinsi Riau berserta yang ada di kabupaten kota dan muncul dari kabupaten kota yang bersentuhan dengan operasi.
Dan dengan demikian ekonomi akan tumbuh dan bergerak sesuai harapan masing-masing kepala daerah yang daerahnya bersentuhan lansung dengan operasi PHR Zona Rokan yang operasinya bersentuhan langsung dengan operasi.
Program Presiden Prabowo Soebianto dengan menghadirkan Danantara terhadap semua BUMN yang selama ini dananya diatur melalui Menteri Keuangan adalah sangat benar untuk memutus mata rantai, hadir zona-zona nyaman yang bermuara kebocoran kepada BUMN. Dan hal ini harus segera dilakukan oleh masing-masing kepala daerah Propinsi dan kabupaten kota daerah penghasil Migas, ikut berbenah untuk BUMD Migas yang harus segera menampilkan dan menempatkan orang-orang profesional di bidang Migas dan sangat mengerti di bisnis aktifitas Migas.
Dan apabila sudah melakukan itu ,maka para top leader dari BUMD akan melakukan sinergi dan berkolaborasi dengan top leader Danantara untuk saling berinvestasi di sektor pendukung Migas dan melakukan secara bersama-sama dengan perusahaan operator yang sedang beroperasi di daerahnya untuk melakukan percepatan pencapaian produksi nasional oil Indonesia pada 1 juta barel perhari dan setelah dengan sendirinya Swasembada Energi akan terwujud dan Indonesia yang makmur dan sejahtera akan terwujud.
Saat ini yang terjadi adalah semua melihat pada sisi Pertamina Hulu Rokan ( PHR ) Zona Rokan sebagai perusahaan operator dan itu tidak tepat karena sebenarnya mereka tidak berdaya menghadapi tekanan dari anak, cucu, cicit dan perusahaan yang berafiliasi dengan Pertamina untuk mendapatkan karpet merah di tambah adanya intervensi dari berbagai penguasa yang sudah biasa di berada di Zona nyaman tampa perlu kerja keras untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan terjadinya biaya yang semakin besar.
Sudah saatnya perubahan yang telah dicanangkan dan dilakukan Presiden Prabowo Soebianto terjadi sampai ke lapisan paling bawah. Semua program ter-deliver dengan baik sampai kebawah tanpa ada yang kurang.
Kita harus mendorong agar yang sudah terima bobokan dengan zona nyaman untuk segera keluar ( out of the box ) untuk generasi bangsa Indonesia ,jangan sampai kita mewariskan sesuatu kepada generasi penerus kita yang akan merugikan mereka secara nasional sesuai mereka tidak mampu bersaing di global market dan pada akhirnya mereka akan terbentuk menjadi generasi BROKER yang mengakibatkan negaranya berkembang karena ego generasi sebelumnya hanya untuk kepentingan diri sendiri dan sesaat.
Demikianlah sekilas tentang pemikiran yang dilihat dan dialami sebagai praktisi Migas. Semoga bermanfaat untuk kebaikan kedepan dan kita berhasil melakukan hand over dengan benar dari satu sisi dahulu dalam aktifitas private sektor Migas saat ini.












































































