Jakarta, Energindo.co.id – Kemajuan teknologi geoinformatika membuka peluang baru bagi pemantauan laut Indonesia. Melalui webinar BRIGHTS bertema “Ocean Color Science for Utilization and Decision-Making”, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan data ocean color untuk mendukung kebijakan berbasis sains dalam pengelolaan wilayah pesisir dan laut yang berkelanjutan. Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara peneliti, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi demi menjaga ekosistem laut nasional.
Webinar ini berfokus pada bagaimana data ocean color dapat dimanfaatkan untuk pemantauan lingkungan pesisir dan laut, pengelolaan sumber daya kelautan, penilaian risiko ekosistem, dan perencanaan kebijakan berbasis bukti ilmiah.
Di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekosistem laut akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia, data ocean color yang diolah dengan pendekatan geoinformatika mampu memberikan gambaran spasial-temporal kondisi perairan. Hal ini relevan untuk memperkuat kolaborasi riset, inovasi pemantauan laut, serta mendukung kebijakan berbasis data menuju pengelolaan pesisir yang berkelanjutan di Indonesia.
Kepala PRGI Rokhis Khomaruddin berharap melalui penyelenggaraan BRIGHTS ini dapat meningkatkan pemahaman publik dan pemangku kepentingan terhadap potensi ocean color science dan geoinformatika, mendorong integrasi sains dan teknologi dalam perencanaan serta pengelolaan wilayah pesisir. Kemudian menjadi wadah pertukaran ilmu dan kolaborasi antarpeneliti, lembaga pemerintah, industri, dan akademisi serta menumbuhkan jejaring nasional dan internasional untuk riset geoinformatika kelautan.
Webinar ini menghadirkan narasumber Gathot Winarso, Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Kieu Trung Hieu, Senior Research Fellow dari National University of Singapore. Keduanya akan berbagi pengalaman riset dan aplikasinya dalam konteks regional dan nasional.












































































