Jakarta, Energindo.co.id – Produk panel rajut dari komunitas Perempuan Indonesia Merajut (PRIMA) bukan sekadar prima namun telah menembus pasar International: diekspor ke Amerika Serikat dan Italia. PRIMA yang bermarkas di Rumah Rajut Bumi Pertiwi sekali waktu dikunjungi Duta Besar Singapura untuk Indonesia. Namun yang jauh lebih penting turut memberdayakan kalangan disabilitas. Menurut catatan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) EMCL dalam delapan bulan terakhir, para perajut perempuan dan disabilitas berhasil memproduksi 3.950 produk rajutan dengan total pendapatan mencapai Rp127 juta.
Rumah Rajut Bumi Pertiwi ini berada di Desa Bonorejo Kecamatan Gayam Kabupatena Bojonegoro. Produk rajutannya beragam. Ada tas untuk cowok, ikat pinggang, tas untuk perempuan, mini pouch, gantungan kunci dan lain sebagainya.
Menurut Siti Nurul Hidayah, penggerak Prima, usaha ini bermula pada tahun 2018 saat dirinya mengikuti pelatihan rajut di Kecamatan Gayam selama tiga bulan. Pelatihan ini difasilitasi oleh ExxonMobil Cepu Limeted (EMCL) dan didampingi Yayasan Sri Sasanti Indonesia (YSSI).
Tidak dinyana, setelah mengikuti pelatihan Prima Rumah Rajut memperoleh trial order sebanyak 100 pcs. Dari waktu ke waktu bisnis rajut ini pun merambah hingga ke Tuban.
Siti Nurul Hidayah menjelaskan produk panel rajut yang diekspor ke Amerika dan Itali berdasarkan order dari satu CV Bumi Cipta Mandiri (BCM). Perusahaan ini kemudian memasang Brand Desak untuk panel rajut Prima. Diakuinya, Prima telah menjalin kerjasama dengan prusahaan eksportir tersebut yang mensuplay bahan dasar material rajut.
Pada akhir tahun 2023 Prima melebarkan sayap kerjasamanya. Prima juga menjalin kerjasama dengan Haralova dan Kurvacraft. Sasaran pemasarannya ke Bali. Pihak pengorder telah menentukan model, motif, pola, ukuran spek dan MoU nya. “Kita mengikuti sesuai yang mereka inginkan,” ujar Siti Nurul Hidayah pada Energindo, Kamis (18/9/2025) saat bertandang ke Rumah Rajut Bumi Pertiwi.
Produk lokal Prima dibandrol seharga Rp220.000 per pcs. Bahan dasar panel rajut lokal dari nilon. Untuk produk lokal sedang diproses hak patennya, kata Siti Nurul Hidayah. Perbedaan antara produk yang dipasarkan di lokal terletak pada bahan dasarnya. Untuk produk lokal menggunakan bahan nilon sedang produk ekspor dari bahan katun.
Keistimewaan PRIMA selain menggerakkan roda ekonomi warga juga ikut memberdayakan kalangan disabilitas. Menurut Marshya C. Ariej, Strategic Community Investment EMCL, seiring berakhirnya pengembangan lapangan Banyuurip maka perusahaan turut bertanggungjawab terhadap warga sekitar yang terimbas pengurangan tenaga kerja. Untuk itu, perusahaan menginisiasi pendirian PRIMA sebagai wadah alternatif membantu peningkatan taraf ekonomi warga.
Marshya mengatakan hingga kini mereka yang aktif di PRIMA berjumlah 104 orang. PRIMA selain bergantung pada orderan juga mengerjakan panel rajut secara mandiri. “Kalau orderan bisa mencapai 1.500 pics dalam seminggu,” kata Marshya.

Prestasi
Pada tahun 2021, program pemberdayaan warga melalui PRIMA yang disupport EMCL dan SKK Migas ini mendapat apresiasi tertinggi yang diberikan atas kontribusi perusahaan dalam mencapai SDGs, berupa penghargaan platinum dari Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) bidang pemberdayaan ekonomi perempuan. ISDA mengakui program tersebut dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Zulfa Nurin dari Zulfa Rajut, yang menjadi pelatih sekaligus mitra pembeli, mengapresiasi para perempuan di Bojonegoro yang cepat menguasai teknik baru. Teknik-teknik baru itu dia ajarkan untuk memenuhi pesanan dari perusahaannya. Zulfa membeli 200 gantungan kunci setelah pelatihan, dan akan melanjutkan pemesanan jika respon pasar memuaskan. Kepala Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Rakhmat Ahsan memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Mereka mendorong para perajut untuk terus berinovasi dan memenuhi permintaan pasar demi mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Lebih dari itu, Pemdes Bonorejo memfasilitasi para perajut dengan menyediakan gerai toko untuk berjualan.












































































