Jakarta, Energindo.co.id – Puluhan siswa dan siswi SMKN 36 Jakarta Utara tampak mengerumuni booth United Tractors Tbk (UT) di pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta pada Kamis (11/9/2025). Dengan mengenakan seragam kemeja dan celana panjang warna serba putih mereka tampak ceria, cerah dan penuh semangat melihat dan mengamati 2 layar LCD (Liquid Crystal Display, ditempel di dinding booth yang didominasi warna putih dipadu warna kuning tipis-tipis.
Layar LCD pertama mengenai United Tractors Connect. Contennya soal Fitur UT Connect yang dikembangkan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan United Tractors. Layar sentuh LCD inframerah vertikal berisi Basic Maintenance Management. Sedang layar LCD ketiga dijadikan media pembelajaran secara virtual dengan menggunakan Oculus Quest 2 terkait seluk-beluk mesin dan operator alat berat.
Terlihat pula seorang siswi menjajal pembelajaran mesin alat berat secara virtul. Namanya Dinda Zufiale, Kelas 10 SMKN 36 Jakarta Utara. Dengan cekatan ia kenakan Oculus Quest 2 diwajahnya. Ia pun berselancar. Menelusuri luasnya pengetahuan operator alat berat, mekanik dan komponen/jenis mesin.
Seusai bermain di dunia maya, Dinda menuturkan pengalamannya. “Saya dikasih info tentang technical dan operator alat berat di UT. Saya sempat main alat berat, dan dipraktikkan cara benerin mesin. Kemudian dijelasin komponen dan jenis-jenis mesi,” ungkapnya pada Energindo, Kamis siang (11/9/2025). Melalui kunjungan, dia lebih tahu tentang peralatan alat berat di UT.
Dijelasin pula, lanjut Dinda, pelajar perempuan boleh banget ikut pendidikan di UT School. “Diinfoin juga alumni laki-laki UT School yang dikirim ke Jepang. Jangan takut bagi pelajar perempuan yang akan memutuskan berkarir di alat berat. Di UT School tidak memandang gender,” tegas Dinda, seraya menambahkan kunjungannya ke UT booth atas prakarsa sekolah.
Pengakuan Dinda diamini oleh Resky Muhammad Zaky, siswa SMKN 36 Jakarta Utara. “Kunjungan pameran bagian dari tugas sekolah,” ujar Resky. Walaupun demikian, pelajar Kelas 10 TAB ini mengutarakan dirinya memang hoby mengoperasikan alat berat.
“UT lebih fokus dan cocok untuk pengoperasian alat berat. Misalnya untuk maintenance dan perawatan lainnya di alat berat,” kata Resky yang berkeinginan untuk PKL (Praktik Kerja Lapangan) di UT. Apalagi, imbuhnya, UT lebih banyak membuka lapangan kerja untuk generasi muda. Jadi, tidak berlebihan bila disebut UT School dapat mengurangi tingkat pengangguran dan membuka lapangan kerja melalui tenaga mekanik yunior yang mandiri.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia meningkat 1,11 persen secara tahunan pada Februari 2025. Menurut Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti jumlah pengangguran mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025 atau meningkat 83.450 orang dibandingkan Februari 2024.

Dua program UT School
Apa yang disampaikan pelajar SMKN 36 Jakarta tersebut sejalan dengan harapan UT School. Outputnya diharapkan dapat menjadi Mekanik M3 (Yunior) yang mampu melaksanakan kegiatan perawatan service secara mandiri, seperti dikemukakan oleh Syaifuddin Zuhri, Wakil Direktur Kerjasama Institusi dan Pengembangan Layanan (KIPL) UT School pada Energindo, Jumat (12/9/2025). Pasalnya, UT School adalah Lembaga Pendidikan dan keterampilan alat berat yang mencetak mekanik dan operator alat berat.
Terdapat 2 program yang ditawarkan, yaitu : Pertama, Program Reguler. Meliputi mekanik dan operator alat berat. Kedua, Program Non Reguler. Hal ini meliputi pelatihan mitra pelanggan untuk mekanik, operator dan staff alat berat. Saat ini UT School juga sudah memiliki program baru yaitu kelas IT Programmer yang mencetak lulusan tenaga IT.
Untuk program reguler mekanik UT School telah menggelar Wisuda Nasional angkatan ke-35 pada Senin (5/8/2025) di Jakarta. Sebanyak 322 alumni mekanik dinyatakan lulus. Kegiatan ini juga berlangsung serentak di 19 learning location UT School di seluruh Indonesia.
Momentum wisuda tersebut juga menjadi ajang soft launching pembukaan UT School Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang menjadi learning location ke-26 di Indonesia. Sedangkan sasaran UT School ditujukan kepada para alumni siswa SMK dengan Jurusan Teknik Alat Berat, Teknik Mesin, Teknik Otomotif, Teknik Elektro dan SMA jurusan IPA.
Materi ajar atau kurikulum yang diberikan UT School adalah Dasar-dasar pengetahuan alat berat dengan 20 modul pelatihan. Selain itu, materinya berupa advance alat berat.
Sejarah dan perkembangan
UT School berada di bawah naungan PT United Tractor Tbk melalui Yayasan Karya Bakti United Tractorsm yang melaksanakan program pendidikan. UT School berdiri sejak tahun 2008.
Kini, UT School berada di 19 wilayah Indonesia yaitu Medan, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Batukajang, Sangata, Bontang, Bendili, Site Adaro, Separi, Tanjung Redeb, Makasar dan Sorong.
Dalam upaya pemerataan mencerdaskan anak bangsa khususnya di Area Timur Indonesia, pada tahun 2022 UT School membuka 2 titik Learning Point baru di Timika, Jayapura dan UT School Kolaka, Sulawesi Tenggara sehingga total kelas UT School berjumlah 26 Learning Point dan titik baru UT School Kolaka pada 20 Agustus 2025.
Sesuai dengan visi UT School yaitu menjadi lembaga pendidikan keterampilan mekanik dan operator alat-alat berat terbaik di dunia. Karena itu, tidak heran bila program UT School telah diakui oleh United Tractors, Asosiasi Alat Berat Indonesia (AABI), Himpunan Alat Berat Indonesia (HINABI), serta para operator alat berat lain melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Alat Berat Indonesia (LSP ABI).
Hingga kini, berdasarkan situs resmi unitedtractors.com UT School berhasil mencetak lulusan-lulusan berkualitas yang berjumlah kurang lebih 8.332 alumni sejak berdiri tahun 2008. Mereka bekerja di UT maupun anak-anak perusahaannya dan pelanggan-pelanggan UT baik di dalam maupun di luar negeri.













































































