Tak main-main, untuk menjaga sistem kelistrikan nasiona, PT PLN (Persero) menyiagakan sebanyak 69 ribu personel di seluruh Indonesia. Persiapan itu dilakukan agar pasokan listrik berjalan baik. Setelah di hari Natal persoalan kelistrikan nasional berjalan lancar, kecuali di beberapa titik yang terkena musibah di Sumatera, kini PLN siap-siap menyambut tahun baru dengan sukses dan lancar.
Ukuran sukses dan lancar bagi PLN adalah ketersediaan listrik yang sangat dibutuhkan masyarakat berjalan normal, bahkan lebih baik. Pada tahun baru, aktivitas masyarakat yang menggunakan listrik meningkat, sementara di sisi lain cuaca ekstrim mengintai seluruh pelosok Indonesia yang berpotensi mengganggu pasokan listrik untuk masyarakat. Karena itu, 69 ribu personel yang disiagakan PLN penting untuk bergerak cepat jika terjadi masalah pada sistem elektrifikasi nasional. Seluruh personel PLN itu disiagakan 24 jam nonstop dengan perhatian penuh terhadap suplai listrik nasional.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa semua lokasi prioritas terjaga dengan optimal tanpa adanya gangguan kelistrikan. Namun PLN harus siap dengan kondisi cuaca yang ekstrim di seluruh Indonesia. “Dengan begitu, aktivitas ibadah, layanan publik, dan mobilitas masyarakat selama periode Nataru dapat berlangsung aman dan lancar,” ujar Darmawan dikutip dari Antara, Jumat (26/12/2025).
Cuaca ekstrim yang terjadi di pelosok tanah air yang berpotensi merusak pasokan listrik adalah hujan dan banjir, petir dan sambarannya, serta angin dengan kekuatannya yang bisa merobohkan pohon besar, juga tower listrik. Karena itu, personel PLN yang disiagakan dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, antara lain 1.917 unit genset, 737 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.338 unit Gardu Bergerak (UGB), 434 unit truk crane, 4.720 unit mobil operasional, serta 4.412 unit sepeda motor operasional.
“Kami terus memonitor. Saat ini memang ada beberapa tempat yang mengalami hujan lebat dan kami mengantisipasi semuanya. Jadi kami tidak lagi bersikap reaktif, tetapi telah menyiapkan langkah-langkah preventif untuk mitigasi risiko perubahan cuaca,” kata Darmawan.













































































