“Terima kasih untuk Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS-RI) yang telah membantu persiapan santri Kelas 12 MA Mahasina untuk melanjutkan pendidikannya, sehingga mereka lulus PTN dengan baik dan banyak di antara mereka yang mendapatkan beasiswa dari kampusnya atau dari lembaga lainnya,” demikian ungkap Pengasuh PP Mahasina, Nyai Hj. Badriyah Fayumi, saat Sosialisasi Beasiswa STEM untuk Talenta NU, di Pondok Gede, Kota Bekasi, 13/1/2026.
Dari 5 kali wisuda, alumni PP Mahasina sudah tersebar di 34 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia. Paling ujung Sumatera ada di salah satu universitas terbaik di wilayah yang berjuluk Swarna Dwipa itu, yakni Univesitas Sumatera Utara (USU), di tengah ada di Universitas Indonesia Depok dan Universitas Islam Negeri Ciputat, di ujung timur Jawa ada di Universitas Airlangga (Surabaya) dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Ke arah timur lagi ada di UIN Alauddin, Makassar.
Jumlah alumni MA PP Mahasina terus meningkat dari tahun ke tahun. Angkatan pertama berjumlah 17 santri, angkatan kedua berjumlah 33 santri, angkatan ketiga berjumlah 45 santri, angkatan keempat berjumlah 75 santri, dan angkatan kelima berjumlah 120 santri.
Peran BAZNAS-RI
Prestasi yang diraih lembaga pendidikan yang masih tergolong baru ini tidak lepas dari BAZNAS-RI. PP Mahasina mendapatkan bantuan Program Beasiswa Santri BAZNAS-RI untuk 30 santri. Ini merupakan jumlah maksimal yang bisa diterima sebuah pesantren untuk mempersiapkan santrinya masuk ke perguruan tinggi.
Di PP Mahasina, bantuan dari BAZNAS-RI itu digunakan secara maksimal untuk membantu mempersiapkan santri yang berniat masuk PTN. Pesantren yang berada di kawasan pemukiman padat ini mengadakan bimbingan belajar dengan intensif untuk penerima beasiswa dan santri lain yang ingin ikut serta. Selain itu, pesantren yang berada di kampung Kemang, Pondok Gede, Kota Bekasi, juga mengadakan try out, kunjugan ke perguruan tinggi, dan termasuk juga mengadakan Mahasina Campus Expo dalam 2 tahun terakhir ini.
Akhirnya, 30 santri penerima beasiswa BAZNAS-RI 100 persen lulus PTN. Jumlah ini berada jauh di atas rata-rata kelulusan penerima program yang sama secara nasional yang mencapai 72,2 persen. Berdasarkan data resmi BAZNAS-RI, pada 2024 sebanyak 7.215 santri penerima manfaat Program Beasiswa Santri BAZNAS-RI atau 72,2 persen berhasil lulus ke perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, 5.290 santri diterima di PTN dan PTKIN, 67 santri masuk sekolah kedinasan, 141 santri diterima di kampus luar negeri, dan sekitar 1.500 lainnya di perguruan tinggi swasta.
Tidak hanya itu saja, yang merasakan manfaat dari beasiswa BAZNAS-RI bukan hanya 30 santri tadi, melainkan seluruh Santri Kelas 12 karena juga bisa mengikuti bimbingan belajar dan program persiapan lainnya untuk masuk PTN yang didukung BAZNAS-RI itu. Akhirnya, secara keseluruhan, alumni PP Mahasina yang masuk PTN mencapai 90 persen, sedangkan sisanya masuk Perguruan Tinggi Swasta.
“Program Beasiswa Santri BAZNAS-RI sangat mendatangkan berkah yang banyak bagi PP Mahasina secara keseluruhan,” demikian ungkap Pendiri dan Pengasuh PP Mahasina, KH. Abu Bakar Rahziz, MA, dalam sebuah kesempatan.
Sejak 2021 lalu, BAZNAS-RI menggulirkan Program Beasiswa Santri sebagai persiapan masuk perguruan tinggi. Karena santri dan pondok pesantren sangat merasakan manfaatnya, maka Program tersebut dilanjutkan sampai kini.
Pada tahun 2025 lalu, BAZNAS menyiapkan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk 10 sribu santri. Hitungannya adalah setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan senilai Rp4 juta yang meliputi biaya bimbingan belajar, pendaftaran ujian masuk PTN, try out, buku persiapan masuk PTN, akomodasi saat mengikuti tes, hingga biaya operasional pembinaan.
Data dari BASNAZ-RI menyebutkan bahwa pada mulanya program ini hanya menyasar 5 ribu santri. Namun kini sudah berkembang pesat, sehingga bisa dinikmati 10 ribu santri.
Ketua BAZNAS-RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS-RI guna menyiapkan generasi pemimpin bangsa dari kalangan santri. “Program Beasiswa Santri adalah investasi jangka panjang. Kami ingin melahirkan generasi pemimpin bangsa yang berilmu, berakhlak, dan berdaya,” ungkap Profesor yang juga sering dipanggil Kyai Noor dalam keterangannya sebagaimana dikutip laman resmi www.baznas.go.id.
Mahasina Campus Expo 2026
Para santri melihat 34 jaket berbagai macam kampus dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Banyak macam warnanya. Semua menunjukkan kampus yang telah “taklukkan” oleh santri PP Mahasina, sejak tahun 2021 sampai 2025. Di balik jaket itu ada alumni PP Mahasina menjelaskan seluk beluk jaket tersebut, bagaimana agar lulus tes masuk, dan seluk beluk kegiatan di dalamnya untuk menunjang kesuksesan santri di masa depan.
Itulah salah satu pemandangan dalam Mahasina Campus Expo 2026, di PP Mahasina, 17-18 Januari 2026. Event ini merupakan program pengenalan kampus yang dimotori alumni PP Mahasina yang sedang menempuh perkuliahan di berbagai perguruan tinggi.
Ketua Panitia Mahasina Campus Expo 2026, Mikail Fatirza Salam, menjelaskan untuk MTs, Alumni akan memotivasi dan menjelaskan kepada para santri bahwa kegiatan di madrasah dan kepondokan di PP Mahasina sangat berguna untuk masa depan mereka sendiri. Karena itu, perlu bagi seluruh santri untuk mengikuti semua kegiatan di Pondok dengan baik.
Sementara itu, untuk santri MA, Alumni akan menjelaskan bagaimana seluk beluk masuk perguruan tinggi negeri, dengan mendapatkan beasiswa. Selain itu juga Alumni akan menjelaskan kehidupan di perguruan tinggi dan bagaimana bisa eksis dan berkembang di dalamnya.
“Jangan lupa ya, Santri Kelas 12 MA harus mengikuti bimbingan belajar dan kegiatan lainnya yang diadakan PP Mahasina dengan dukungan BAZNAS-RI,” ungkap Mikail Fatirza Salam, alumni Tahun 2025, yang kini sedang memperdalam ekonomi syariah di sebuah perguruan tinggi ternama di Bogor dengan mendapatkan beasiswa.
Ya, santri PP Mahasina tidak boleh melupakan jasa BAZNAS-RI yang memberikan Beasiswa Santri untuk 30 penerima manfaat, namun bisa kegiatannya bisa diakses oleh seluruh Santri Kelas 12 MA. Karena itu, meski masih relatif baru untuk dunia pendidikan, alumni PP Mahasina sudah menempuh pendidikan di 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Testimoni Penerima Manfaat
Pada akhir Mei 2025, Alumni PP Mahasina Tahun 2024, Tazqiya Noor Hidayat, mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan bagaimana menjadi wirausahan yang sukses tanpa meninggalkan ajaran agama, di Malaysia. Dalam moment ini Tazqiya menyebutkan Sapta Jiwa PP Mahasina sebagai landasan untuk menjadi pengusaha sukses. “Sapta Jiwa PP Mahasina berupa kejujuran, keikhlasan, kejuangan, keterbukaan, kemandirian, kepedulian, dan kesederhanaan harus menjadi landasan bagi para pengusaha”, ungkapnya, dilanjutkan dengan menyanyikannya dalam bentuk mars, sehingga mendapatkan tepuk tangan meriah dari para peserta.
Presentasi itu merupakan salah satu rangkaian acara International Conference Santri Mendunia yang berlangsung di tiga negara, yakni di Singapura, Malaysia, dan Thailand, dari 19 Mei sampai 24 Mei 2025.
Tazqiya Noor Hidayat merupakan salah satu santri yang mengikuti bimbingan belajar di PP Mahasina pada 2024. Bimbingan belajar itu disponsori oleh BAZNAS-RI untuk 30 santri PP Mahasina, walakin bisa diakses oleh Santri Kelas 12 MA lainnya.
Mahasiswi yang kini duduk di Semester IV ini merasakan manfaat dari bimbingan belajar sebagai persiapan kuliah. “Latihan dalam bimbingan belajar dan bimbingan tes yang dilaksanakan di PP Mahasina bermanfaat untuk menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan yang rumit,” ungkapnya penuh semangat.
Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS-RI yang membantu membiayai pelaksanaan bimbingan, sehingga ia dan rekan-rekannya lulus UIN Jakarta dan PTN lainnya di seluruh Indonesia. “Terima kasih BAZNAS-RI,” ungkapnya sembari berharap agar institusi itu terus meningkatkan pengabdiannya dalam mengembangkan santri dan pesantren.
Ya, mengembangkan santri dan pesantren berarti juga menguatkan Indonesia untuk menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur…..











































































