Jakarta, Energindo.co.id — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat prestasi membanggakan di ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2025 yang berlangsung pada 3–6 Desember 2025 di Seoul, Korea Selatan. Tiga karya inovasi Perwira Mutu PHR berhasil meraih medali serta penghargaan khusus dari berbagai lembaga riset internasional, menegaskan posisi PHR sebagai pelaku industri hulu migas yang konsisten mendorong terobosan berbasis teknologi dan efisiensi operasional.
Ketiga penghargaan tersebut diraih gugus tugas PC Prove (PCP) Victory Choke dengan Judul Inovasi “Optimasi Produksi Minyak dari Lapisan LQR dengan Metode Smart-VC” mendapatkan Medali Emas, special award National Research & Council of Thailand, serta Special Prize Korea Institute of Patient Information. Kemudian gugus tugas RT Prove [Masih] Pompa Besar dengan inovasi i-TERM juga meraih Medali Emas, Special Award Malaysia Association Researches & Scientist (MARS) serta Special Prize Taipei Mission in Korea (Education Division). Terakhir, PC Prove (PCP) e-Mars yang meraih Medali Perak, serta Special Award National Research & Council of Thailand (NCRT)
Inovasi Ventury Choke (VC) untuk mengoptimalkan produksi minyak dari Lower Quality Reservoir (LQR) – Lapisan reservoir minyak dengan tekanan atau permeabilitas rendah yang biasanya sulit dioptimalkan – dengan memanfaatkan energi High Quality Reservoir (HQR) melalui downhole Venturi Choke. Penerapannya pada 28 sumur menghasilkan tambahan produksi sekitar 1.100 BOPD.
i-TERM adalah Solusi digital berbasis Advance Reservoir Management, atau Sistem digital untuk mengelola reservoir secara lebih cepat dan akurat, membantu memilih sumur yang paling potensial untuk peningkatan produksi. Inovasi ini mempercepat proses pemilihan sumur untuk peningkatan produksi hingga 10 kali lebih cepat, dengan tingkat keberhasilan 93% dan peningkatan perolehan minyak hingga tiga kali lipat. Inovasi ini dikembangkan tanpa investasi tambahan.
e-MARS merupakan Teknologi AI-Driven Advanced Petrotechnical, yaitu teknologi berbasis kecerdasan buatan yang digunakan untuk mempercepat analisis teknis di bidang perminyakan. Inovasi ini mempercepat dan mengotomatiskan proses reaktivasi ‘sumur tidur’ (sumur minyak yang sudah lama tidak berproduksi, biasanya karena kendala teknis atau ekonomis). e-MARS bekerja sekitar 17.000 kali lebih cepat dibanding metode manual, sekaligus meningkatkan produksi minyak dari teknologi baru (oil gain) dan Tingkat keberhasilan sebuah metode/teknologi dalam mencapai target produksi (success ratio) tanpa biaya investasi
“Penghargaan internasional ini menunjukkan bahwa inovasi Perwira Mutu PHR mampu bersaing di tingkat global dan berkontribusi nyata bagi peningkatan kinerja operasi dan ketahanan energi,” ungkap Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Muhamad Arifin.
Ia menambahkan, apresiasi ini ditujukan kepada seluruh Manajemen Subholding Upstream dan Regional yang selalu mengarahkan dan mendukung para Perwira Mutu sehingga Delegasi CIP mampu unjuk gigi dan membawa harum nama Pertamina di kancah Internasional dengan inovasi-inovasinya yang luar biasa.
Kedepan, momen ini dapat dapat menjadi motivasi bagi seluruh insan perusahaan agar menghadirkan terobosan berkualitas serta berdaya saing. PHR akan terus memperkuat kultur inovasi melalui pemanfaatan teknologi, digitalisasi, dan pengembangan kompetensi Perwira Mutu. Langkah ini sejalan dengan upaya Subholding Upstream dalam memastikan operasi migas yang unggul, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional.













































































