Jakarta, Energindo.co.id – Hilirisasi di sektor industri minyak dan gas bumi (migas) terfokus pada penajaman di industri petrokimia. Demikian diungkapkan oleh Ahli Madya Bidang Hilirisasi Minyak dan Gas Bumi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Ikhsan Adhi disela-sela acara Public Discussion bertajuk Peranan Hilirisasi Industri Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar oleh Bisnis Indonesia Group bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada Jumat (1/11/2024) di Jakarta.
“Kita ingin memperkuat posisi petrokimia hulu dan mencoba mengamankan posisi pemain di hilir,” kata Ikhsan. Jadi mulai dari hulu, intermediate, hingga hilir. Sedang realisasi investasi Januari-September 2024 di sektor Petrochemical mencapai Rp 17,46 Triliun dan untuk tahun 2023 lalu mencapai Rp46,3 triliun.
Pada prinsipnya, kata Ikhsan, pada produk akhir kita coba maksimalkan agar posisi dan kekuatan kompetisi produk nasional bisa selaras dengan produk impor saat bertemu di pasar.
Terkait sektor hulu migas, Ikhsan menjelaskan bahwa lifting dan produksi minyak dalam negeri memang masih rendah di bawah kebutuhan. “Kita berharap Menteri ESDM dapat meningkatkan produksi dan lifting minyak dalam negeri sehingga dapat mengurangi volume impor,” katanya. Tetapi pihaknya tidak berhenti pada posisi importasi yang banyak.
“Kita sudah memetakan para pemain industri hulu minyak dan pihak mana saja yang siap masuk di dalam roadmap,” ungkap Ikhsan.
Sedang Ahmad Faisal Suralaga,
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM mengatakan pihaknya mentargetkan hilirisasi terhadap komoditas dari delapan sektor, yaitu mineral, batu bara, minyak bumi, gas bumi, kelautan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan. Komoditas yang dibidik termasuk nikel, timah, tembaga, bauksit, besi baja, hingga produk laut seperti udang dan ikan TCT (tuna, cakalang, tongkol).
Faisal menjelaskan bahwa roadmap ini tidak hanya menitikberatkan pada industri hilir, melainkan juga mendorong pengembangan industri hulu untuk mendukung produk midstream.
“Produk midstream ini nantinya akan diolah lebih lanjut menjadi produk hilir yang dapat mendatangkan nilai tambah bagi ekonomi nasional,” tambahnya.
Menurut proyeksi BKPM, implementasi roadmap hilirisasi 28 komoditas ini dapat mendongkrak investasi hingga US$618,1 miliar pada 2040. Nilai ekspor diperkirakan mencapai US$857,9 miliar, PDB bertambah US$235,9 miliar, serta menciptakan lebih dari 3 juta lapangan pekerjaan.
Faisal optimis bahwa hilirisasi dapat menjadi leading sector yang menarik investasi dan menggerakkan ekonomi.
“Saat ini, porsi hilirisasi masih 20% dari total realisasi investasi, tetapi ke depan kami berharap ini menjadi sektor yang dominan,” ujarnya.













































































