Tanjung Jabung, Energindo.co.id – Jika Anda kebetulan berkunjung ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, belum afdhol bila tidak meneguk secangkir Kopi Liberika di Gerai UMKM “Mekar Jaya” Kedai Kopi Liberika Tungkal Pusat Oleh-Oleh dan Kerajinan Tangan Tanjung Jabung Barat Jambi. Pasalnya, aroma kopi khas Tanjung Jabung Barat membuat lidah penggemar kopi bakal dibuat ketagihan untuk terus menyeruput hangatnya secangkir Kopi Liberika. Lidah yang mencecap kekentalan Kopi Liberika yang dicampur susu segar akan merasakan sensasi kenikmatan; antara rasa Robusta dan Arabika. Apalagi di tengah musim penghujan seperti saat ini.
Adalah Harihadi, Pengelola UMKM Gerai Mekar Jaya / Meja kopi tersebut. Semula ia memodali sendiri usaha gerai kopinya yang didukung oleh koperasi. Seiring perjalanan waktu, pihak PetroChina mengajak diskusi untuk pengembangan usaha dengan gagasan ecoturisme. Tidak hanya ide, perusahaan migas asal negeri Tiongkok ini pun turut mengulurkan bantuan untuk peralatan, pelatihan kompetensi barista hingga waiter.
“Gerai UMKM ini didirikan pada 30 Oktober 2017,” kata Harihadi pada Energindo yang berkunjung ke kedainya pada Rabu siang (26/11/2025). Pengembangan kedai kopi dilakukan agar bisnis ini tidak sekadar menjual kopi. Ada inovasi lain, seperti permainan futsal, pertunjukan musik, dan ekowisata. Bahkan untuk mereka yang hendak menginap, pengelola Gerai Mekar Jaya telah menyediakan homestay.
Saat ditanyakan berapa omzet kedai Kopi Liberika ini, Harihadi enggan menuturkan. Ia bersyukur dapat mendorong hidupnya usaha bisnis skala rumahan, seperti snack dan menciptakan lapangan pekerjaan. Kedai ini memberdayakan lima orang pekerja sebagai karyawan.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Ramadlan, CSR & Comdev Supervisor PetroChina International Tanjung Jabung, mengatakan pihaknya mensupport Gerai UMKM Mekar Jaya yang dikelola Harihadi lantaran daerah Tanjung Jabung memiliki potensi tanaman kopi varietas Liberika.
Di Jambi, produsen Liberika terkonsentrasi di wilayah Tanjung Jabung. “Di Tanjung Jabung sendiri, kopi Liberika pertama kali dibawa oleh Haji Sayuti di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Benih diperoleh dari kebun kopi di Malaysia pada Tahun 1940-an dan dikembangkan secara meluas pada tahun 1979-1980 an,” ungkap Ahmad Ramadlan.
Dia menambahkan, keberadaan Gerai Meja Mekar Jaya memiliki dampak positif, diantaranya terbentuknya komunitas penikmat kopi dan komunitas pemusik serta mendorong tumbuhnya ekonomi desa. Komunitas pemusik ini tampil dalam event-event tertentu, seperti hajatan pernikahan dan lain semacamnya.
Sebagai catatan, pada tahun 1878 Belanda membawa Kopi Liberika ke Indonesia untuk menggantikan tanaman Kopi Arabika yang rusak terserang penyakit karat daun atau Hemelia vastatrixi (HV).
Liberika diketahui lebih tahan terhadap penyakit HV dibanding Arabika. Kopi Liberika merupakan tanaman endemik Afrika. Penyebarannya meliputi Liberia, Gabon, Gambia, Gana, Mauritania, Nigeria, Uganda, Kamerun hingga Angola.
Liberika secara terbatas juga dibudidayakan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Afrika Barat, Guyana dan Suriname.













































































