Dalam dunia digital ini, banyak cara yang dilakukan para pesaing untuk mengalahkan kompetitornya. Nah, Moxa APP tidak lepas dari serangan kotor untuk menjatuhkannya.
Salah satunya adalah pernyataan dalam https://brokerchooser.com yang berbunyi “Moxa Bank mungkin terlihat seperti platform investasi yang menjanjikan, dipromosikan secara luas di email, forum atau media sosial. Tapi apakah benar benar broker yang aman dan dapat dipercaya? Kami rasa tidak. Kami tidak akan mempercayakan Moxa Bank dengan uang kami sendiri karena tidak diatur oleh otoritas keuangan dengan standar ketat. Untuk tetap aman, carilah broker yang diatur oleh tingkat atas.” Penulisnya adalah Adam Nasli, seseorang mengaku tinggal di Budapest, Hongaria, dan mengaku ahli dalam trading, keamanan, dan analisis pasar.
Meskipun tulisan di atas tidak menggunakan istilah Moxa Bank, bukan Moxa APP, tapi tetap saja bisa merusak reputasi Moxa APP secara keseluruhan. Dalam Moxa APP juga tidak ada “Moxa Bank” sebagai nama bank, tetapi Moxa APP memiliki fitur untuk membuka rekening tabungan digital, yaitu Tabungan Permata moxaKu, melalui kolaborasi dengan PermataBank. Melalui fitur ini, pengguna dapat membuka rekening tabungan secara online dan terhubung dengan layanan perbankan dari PermataBank. Namun terhitung sejak tanggal 11 Agustus 2025, Rekening Permata MoxaKu diubah menjadi Permata ME Saver. Nasabah bisa tetap bertransaksi seperti biasa dengan nomor rekening, kartu debit, dan user ID Permata ME yang sama.
Jelasnya, tulisan dalam situs itu perlu dikritisi. Pertama, penulisnya tidak jelas, baik dari sisi foto, domisili, maupun kepakarannya. Belum ada lembaga resmi yang mensertifikasi kepakarannya. Kedua, pernyataan Moxa Bank tidak jelas merujuk ke mana dan entitas bisnis yang mana. Ketiga, situs tersebut juga mempromosikan broker yang sejenis yang mungkin memasang iklan di situs tersebut. Keempat, tulisan dalam situs tersebut tidak berdasarkan fakata apapun. Hanya mengungkapkan kesimpulan tanpa fakta.
Kata kunci dari pernyataan situs itu adalah “Moxa tidak diatur oleh otoritas keuangan dengan standar ketat”. Kenyataannya, Moxa APP yang bergerak di bidang keuangan sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia untuk menjamin keamanan dan legalitas layanan bagi konsumen. Selain itu, Moxa APP juga sudah mendapatkan izin dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia untuk memastikan keamanan sistem digitalnya. OJK dan Kementerian Komunikasi dan Digital merupakan pengatur tingkat atas, bahkan paling atas, untuk di wilayah Negara Kesatuan Republlik Indonesia.
Tampaknya, pandangan situs tersebut tidak digubris oleh masyarakat Indonesia. Buktinya, sampai November 2025, jumlah total unduhan aplikasi Moxa telah mencapai lebih dari 21 juta kali, dengan lebih dari 1 juta pengguna bulanan aktif. Data pengguna ini didominasi oleh individu berusia 25-45 tahun yang sebagian besar berada di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Timur.
Kepercayaan masyarakat terhadap Moxa APP terlihat jelas manakala kita mencari keluhan dan testimoni konsumen, maka “Embah Google” akan memberi jawaban jujur, sebagai berikut: “Untuk pengguna aplikasi, ulasan umumnya bersifat positif karena kemudahan dan kelengkapan layanan keuangan dari Astra dan mitra, seperti pinjaman, asuransi, tabungan, dan investasi. Ada yang menganggapnya sebagai super app keuangan yang memudahkan”.
Dengan sistem Open Application Programming Interface (Open API) Moxa PP menyediakan 40 produk layanan keuangan, termasuk pembiayaan (kredit motor dan multiguna), asuransi (jiwa, kecelakaan diri, mobil), investasi (reksa dana), tabungan digital, serta top-up dan pembayaran tagihan.
Selain itu, Moxa APP mengembangkan pemberdayaan masyarakat dengan menjadi mitra atau agen yang menjual produk-produk Astra Financial kepada pelanggan, sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan bagi masyarakat, khususnya di daerah dengan akses keuangan terbatas.
“Sejalan dengan visi platform terintegrasi menyeluruh terkemuka yang menyediakan solusi keuangan terbaik dan terlengkap di Indonesia, Moxa APP terus berupaya untuk meningkatkan layanannya dengan secara aktif menambahkan berbagai produk baru guna memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan,” demikian CEO Moxa, Lim Lizal melalui situs https://astrafinancial.co.id/.
Kinerja Moxa APP terus meningkat dari tahun ke tahun. Gross Merchandise Value (GMV) Moxa APP pada 2024 mencapai Rp3,5 triliuan atau meningkat 46 persen dari tahun sebelumnya. GMV adalah nilai keseluruhan dari barang atau jasa yang terjual dalam periode waktu tertentu pada suatu platform atau marketplace, sebelum dikurangi biaya, diskon, atau pengembalian. GMV adalah metrik untuk mengukur volume dan pertumbuhan penjualan total, bukan pendapatan bersih perusahaan.
Bagaimana dengan GMV pada 2025? Sabarlah bro! Tahun 2025 masih belum tutup buku, sudah minta laporannya! Makanya, pantau terus berita-berita terkait PT Astra Internasional sehingga tidak ketinggalan informasi penting!













































































