Jakarta, Energindo.co.id – Penyelenggaraan Lomba Karya Jurnalistik SKK Migas – KKKS bertema “Industri Hulu Migas, Pilar Ketahanan Energi” sebagai upaya memperkuat kemitraan strategis dengan industri hulu migas dan insan pers. Melalui lomba ini pihak SKK Migas ingin memberi ruang untuk menggali lebih dalam, menulis dan menyebarkan informasi positif mengenai peran industri hulu migas dan upaya mendukung ketahanan energi nasional serta pertumbuhan ekonomi.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Heru Setyadi pada acara Coaching Clinic Lomba Karya Jurnalistik SKK Migas – KKKS pada Rabu (15/10/2025) di Jakarta. Jamak diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengemban misi Asta Cita, diantaranya tentang swasembada energi. Disebutkan, ketahanan negara karena terwujudnya kemandirian/swasembada energi.
Menurut Heru, coaching clinic sebagai wadah pembekalan dan berbagi pengalaman sehingga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam, berbasis data dan memberikan perspektif konstruktif tentang tantangan dan kontribusi industri hulu migas.
Sementara A Rinto Pudyantoro, juri lomba karya jurnalistik ini mengutarakan para jurnalis yang bakal mengikuti kompetisi tulis menulis ini dengan mengulas beberapa angle. Misalnya terkait multiplier effect yang ditimbulkan beroperasinya perusahaan migas yang berinvestasi triliunan atau miliaran dollar terhadap perekonomian nasional dan lokal.
Rinto melakukan penelitian terkait dampak beroperasinya perusahaan hulu migas di Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). “Ada 13 multiplier effect dampaknya ke masyarakat lokal, selain program CSR,” katanya.
Beberapa multiplier effect tersebut, diantaranya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Dana Bagi Hasil (DBH), PBB Migas, PDRD, Participating Interest 10%, Tenaga Kerja Lokal, pengembangan mitra kerja di daerah melalui BUMD dan perusahaan lokal, serta membahas dampak dari industri-industri turunan.
Lebih lanjut dosen program studi ekonomi Universitas Pertamina mencontohkan daerah Balikpapan. “Di sana ada Jalan Minyak yang dibangun oleh Vico, Total dan Inpex. Pembangunan jalan ini sekarang dinikmati masyarakat,” paparnya. Dampak pertumbuhan ekonominya dirasakan masyarakat karena di Jalan Minyak saat ini telah dibangun hotel, restoran dan toko-toko. Kalau jalan minyak tidak dibangun tentu multiplier effect dari industri hulu minyak tidak akan terjadi,” ungkapnya.
Rinto yang menulis buku “Multiplier Effect Industri Hulu Migas” ini mengisahkan peristiwa di Pemerintah Kabupaten Bengkalis. “APBD di Bengkalis sebesar Rp4 triliun. Sebanyak Rp3 triliun berasal dari sektor hulu migas. Saat paparkan bahwa Pemkab Bengkalis menerima Rp1,2 trilun dari PBB migas. Lucunya, orang PHR (Pertamina Hulu Rokan) enggak tahu kalau sudah ngasih. Mereka malah enggak merasa ngasih. Yang lebih lucu lagi, yang menerima dana juga tidak merasa menerima. Kebetulan orang Pemda Bengkalis juga hadir dalam pertemuan tersebut,” papar Rinto, yang disambut tawa dari para jurnalis.
Kejadian seperti ini tidak terungkap. Karena tidak terinformasikan ke media. Padahal kejadian ini penting untuk diketahui publik bahwa industri hulu migas memiliki multiplier effect bagi pembangunan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut juga dihadirkan pembicara lain, seperti Ali Nur Yasin, Kepala Divisi Produksi Tempo Media dan Yura Syahrul, Pemimpin Redaksi Katadata.
Menurut Ali, aspek hulu migas memiliki spektrum yang sangat luas untuk ditulis para jurnalis. Misalmya, bagaimana support Pemerintah terhadap keberlangsungan industri hulu migas, seperti aspek perizinan. Atau nasib RUU Migas yang hingga saat ini belum disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. “Para jurnalis bisa juga mengangkat persoalan dampak lingkungan beroperasinya perusahaan hulu migas,” katanya.
Sedang Yura Syahrul menambahkan, aspek data, transparansi dan inovasi dalam menulis industri hulu migas. “Media harus menjadi jembatan antara kompleksitas data energi dengan pemahaman publik. Gunakan data yang valid, narasi yang kuat, dan pendekatan visual atau multimedia agar pesan yang disampaikan diterima dengan mudah oleh pembaca,” sarannya.
Batas pengiriman karya
Pengiriman karya jurnalistik SKK Migas-KKKS 2025 telah dibuka. Batas pengumpulan karya jurnalistik hingga 10 November 2025. Karya jurnalistik yang dilombakan adalah karya orisinal, ditulis dan dipublikasikan di media cetak atau media online dalam rentang waktu 10 Oktober-10 November 2025. Total hadiahnya mencapai Rp132 juta.
Berikut link form pendaftaran dan pengiriman karya jurnalistik
👉 forms.gle/tSBnJviW72SPmZRD6













































































