Jakarta, Energindo.co.id – Siang itu 50-an ibu-ibu terlihat sibuk menyortir tumpukan stick kayu manis yang siap untuk dipacking. Kedua tangan mereka cekatan memilih kayu manis yang telah tergulung dan memenuhi syarat ekspor. Setelah dipilih mereka segera memasukkan kayu manis ke dalam kemasan kardus bertuliskan ‘Premium Koerintji Cinnamon’. Begitu seterusnya sehingga terbentuk tumpukan kemasan tersusun rapi di pojok ruang teras rumah. Siap diangkut. Memenuhi permintaan mitra bisnis di beberapa negara.
Begitulah kesibukan kaum ibu-ibu ketika permintaan ekspor kayu manis mulai berdatangan. “Kami melibatkan sekitar 30-50 tenaga kerja kalangan ibu-ibu untuk mensortir dan packing untuk satu proyek ekspor. Penghasilan mereka lumayan. Setiap orang dapat Rp2.000.000 per proyek,” kata Rizqi Akbar sang nakhoda CV Agro Santara Indonesia.
Menurutnya, untuk menghasilkan produk kayu manis berkualitas tinggi dibutuhkan fase-fase yang harus dilalui. “Pohon kayu manis baru bisa dipanen setelah berumur 10 – 15 tahun. Selanjutnya pohon kayu manis ditebang dan kulit pohon dikupas dari batangnya. Fase berikutnya, kulit ari bagian luar dikikis untuk menghasilkan kayu manis berkualitas tinggi. Setelah itu dilakukan penjemuran selama 2 – 3 hari untuk menghilangkan kadar air dan kayu manis akan menggulung dengan sendirinya. Untuk proses pemotongan disesuaikan dengan spesifikasi sesuai permintaan buyer,” terang Rizky yang memelopori bisnis kayu manis hingga menembus pasar Internasional.
Pencapaian ini tidak lepas dari keuletan dan kegigihan Rizqi Akbar yang dibantu oleh Hafiz, mitra kerjanya. Tak tanggung-tanggung, hasil perkebunan Kabupaten Kerinci ini berhasil membukukan nilai ekspor kayu manis hingga mencapai 10,4 ton dengan nilai investasi USD 53040. Bahkan telah dikontrak selama 12 bulan oleh mitra bisnisnya di Turki. Diperkirakan sebanyak 250 ton kayu manis dengan berbagai variannya bakal diangkut ke negeri yang kini dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Rizqi, pendiri Agro Santara Indonesia mengisahkan awal mula ketertarikan menggeluti bisnis kayu manis. “Saya berasal dari keluarga besar petani. Buyut, kakek nenek, ayah dan ibu adalah petani. Istri saya pun petani,” katanya dalam acara Pelepasan Produk Ekspor Kayu Manis PFMuda Agro Santara Indonesia Tujuan Turki, Selasa (30/9/2025) di Gudang Melody Corliss Logistik Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda Jakarta Utara.
Selama ini, lanjutnya, yang mendapat nilai tambah terbesar dari hasil pertanian yang ditanam, dipelihara dan dijaga bukanlah petani melainkan pihak distributor dan importir dan konsumen di luar negeri. “Petani hanya menjadi sumber daya/resources, bukan sebagai pemberdayaan,” tegas pria yang mengenyam pendidikan di Amerika di bidang Environment and Sustainability. Oleh karena itu, dia mencari celah melalui ekspor langsung agar petani juga dapat menikmati nilai tambah yang lebih besar dari hasil jerih payahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hafiz mengisahkan awal mula mengekspor. Sebelum ke Turki, perusahaannya telah mengirimkan kayu manis ke Inggris. Padahal saat itu dirinya tidak bisa berbahasa Inggris. “Saya hanya memanfaatkan aplikasi Google Translite,” akunya seraya terkekeh mengenang pengalaman lucunya. Ekspor kayu manis perdana sebanyak 1 kontainer dilakukan pada 2022 dan 2024.
Perusahaan ini memproduksi sebanyak
20 ton kayu manis/bulan. Sedangkan keuntungan yang diperoleh dari proyek ekspor mencapai +/- Rp45 juta. Namun tidak semata profit yang disasar. Aspek sustainability tanaman kayu manis pun dilakukan. Misalnya melakukan pembibitan dan penanaman, mendesain carbon storage dan mengembangan produk organik.
Jangan lupa, kata Hafiz, kayu manis memiliki turunan produk yang dapat dimanfaatkan. “Ambil contoh, kikisan kulit kayu yang tidak terpakai biasanya disuling dan ekstrak minyaknya dipergunakan oleh pabrik jamu,” tutur Hafiz.
Menurut Rizqi, permintaan dari luar negeri umumnya adalah kayu manis jenis stick. Mereka memanfaatkannya sebagai campuran minuman teh, kopi dan makanan. Aroma dan rasa kayu manis yang khas menjadi pemicu ketertarikan mereka pada kayu manis.
Untuk kayu manis jenis stick yang diekspor ke Inggris, ternyata tidak dimanfaatkan sebagai bahan campuran minuman atau makanan. “Mereka justru gunakan stick kayu manis berukuran 5 Cm – 8 Cm sebagai dekorasi untuk acara-acara tertentu, seperti Perayaan Natal dan Hallowen. Ini unik, yang tidak ditemukan pada buyer-buyer lain,” ungkap Rizqi.
Selama ini, sebelum diekspor, produk atau row material dari Kerinci dikirim ke Surabaya, Padang dan daerah-daerah lainnya. Tetapi nilai tambahnya tidak signifikan.
Support Pertamina Foundation
Berkat dukungan dari Pertamina Foundation, Pemerintah Daerah, Kementerian Perdagangan, kelompok petani di Kabupaten Kerinci ini bisa menjangkau pasar global. Selain Turki (sebanyak 2 kontainer per bulan), Inggris (2 kontainer), Qatar (2 ton), dan Perancis (ekspor retail dengan brand) menjadi sasaran ekspor kayu manis.
Apa yang telah digapai Rizqi Cs ini diapresiasi oleh Pertamina. Rudi Ariffianto, VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) berharap keberhasilan bernegosiasi sampai deal untuk pengiriman kayu manis 1 kontainer ke Turki harus diimbangi dengan menjaga konsistensi, kualitas dan kuantitasnya. Apalagi bisnis kayu manis melibatkan banyak orang, seperti Kelompok Tani Sehati beranggotakan 20 petani yang memiliki lahan kurang lebih 100 hektar, ibu rumah tangga, dan masyarakat setempat.
Pemenang PF Muda
Jamak diketahui, CV Agro Santara Indonesia menjadi pemenang dalam program PF Muda 2025 kategori Sociopreneur, memberdayakan petani kayu manis di Kerinci dengan sistem blockchain traceability, kemasan QR code, serta praktik panen berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sejak diluncurkan pada 2020, PF Muda bertujuan membina anak muda menjadi Local Heroes yang mampu menyelesaikan tantangan sosial-ekonomi di lingkungan mereka. Program ini memiliki dua kategori utama: Sociopreneur untuk proyek sosial yang sudah berjalan, dan Ideation bagi proyek dalam tahap konsep. PF Muda juga menyediakan ekosistem lengkap mulai dari pendanaan, mentoring, hingga akses pasar global.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menilai keberhasilan Agro Santara Indonesia menembus pasar global lewat kayu manis membuktikan efektivitas PF Muda dalam mencetak pemimpin muda yang mampu membawa produk lokal ke panggung global. “Rizqi menjadi salah satu champion PF Muda yang berhasil menjadikan kayu manis sebagai komoditas ekspor unggulan ke Turki,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kerinci yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci Osra Yandi, bangga atas pencapaian Agro Santara Indonesia yang telah memberdayakan para petani dan mendorong kemajuan perekonomian daerah.
“Kami sangat bangga anak muda dari Kerinci bisa mengangkat potensi daerah hingga ke kancah internasional. Agro Santara Indonesia tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Kerinci. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung anak muda kreatif yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” jelas Osra.
Dia juga berharap ekspor ini terus berkelanjutan karena tanaman kayu manis memang menjadi salah satu tanaman yang banyak ditemui di wilayah Kerinci.













































































