Jakarta, Energindo.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penandatanganan kerjasama/MoU Tripartit,
dengan Innovation Academy for Microsatellites of Chinese Academy of Sciences PRC (IAMCAS) dan PT. Uniresources Petroleum Indonesia (URPI) untuk pengembangan teknologi satelit. Penandatanganan ini dilaksanakan pada Jumat (18/10/2024) di Ruang Rapat Riset Lt.3 Gd. B.J. Habibie, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Menurut Laksana Tri Handoko Kepala BRIN, pihaknya secara bersama-sama mengembangkan konstelasi satelit pengideraan jauh. BRIN saat ini tengah mengembangkan satelit untuk memenuhi kebutuhan nasional sehingga dengan adanya kerjasama ini, Indonesia tidak perlu lagi membeli data. Pihaknya membeli data citra satelit cukup besar untuk memenuhi kebutuhan seluruh Kementerian/Lembaga dan swasta.
“Kedepan kita akan beralih menjadi penyedia citra data yang menjadi salah satu space ekonomi,” katanya. Konstelasi satelit ini terdiri dari 19 satelit, baik yang berbasis optik maupun berbasis radar.
Dengan kapasitas dan kemampuan tersebut, memungkinkan kita mengambil citra tidak hanya dari Indonesia saja.
“Nanti (satelit) bisa digunakan untuk cuaca, iklim, pemantauan laut, zonasi ikan, mitigasi kebencanaan, tata ruang di perkotaan, pemantauan observasi sungai, mitigasi kebakaran hutan, dan lain semacamnya,” paparnya.
Dia juga menjelaskan peran BRIN dalam kerjasama tripartit ini. Pihaknya menjadi Co-Development untuk satelit ini. “Kami yang menjalankan dan memanage seluruh satelit, termasuk data yang dihasilkan,” katanya
Data tersebut bisa dibuka dan dimanfaatkan oleh berbagai kementerian/ lembaga, Pemerintah Daerah (Pemda), dan pihak swasta. “Nilai bisnisnya muncul dari situ. Data tersebut bisa dilisensikan. Misalnya ke start up untuk digunakan sebagai pengamatan perkebunan dan lain semacamnya,” jelasnya.
Dia juga menjawab saat ditanyakan soal peran URPI dalam kerjasama ini. “Ia pihak swasta yang menjadi investornya,” katanya.
Pernyataan Kepala BRIN ini diamini oleh Presiden Director PT URPI Syamsu Alam. “Kita dipembiayaannya. Kita ingin membantu Indonesia,” katanya, singkat.













































































