Jakarta, Energindo.co.id – Terlepas dari mana darah seni dan inspirasi diperoleh Valen, yang pasti pemuda ini telah ditahbiskan sebagai idola baru di belantika musik dangdut. Kisahnya saat coba-coba menjajal kemampuan olah vokal kompetisi DA5 dan DA7 menarik diungkap. Pada mulanya iseng-iseng. Valen membuka form pendaftaran online ajang pencarian bakat. Ia mengisi formulir, melengkapi video dan seluruh persyaratan yang tertera di form pendaftaran. Selanjutnya dikirim secara online. “Siapa tahu ada rezekinya,” kata Mely, kakak kedua Valen, seusai mengirim aplikasinya untuk ajang DA5. Saat itu usia adiknya baru menginjak 15 tahun.
Setelah lulus audisi, Valen berangkat ke Jakarta. Dengan penuh harap dan sejuta impian. Tetapi harapannya kandas. Terpaksa harus angkat koper, pulang kampung. Impiannya terelieminasi hingga 18 besar. Pada DA6, Valen tidak bisa ikut berkompetisi karena suaranya bertransisi. Maklum, ia berada di masa puber; antara masa kanak dan remaja.
Pada tahun 2025, Valen coba-coba menjajal lagi. Mendaftar secara online ajang DA7. Sama seperti mengisi form pendaftaran DA5. Uji kemampuan dan keberuntungan nasib. “Valen coba-coba lagi. Siapa tahu ada rezekinya,” ucap Mely.
Saat audisi, Valen dihadapkan pada beberapa juri. Diantaranya Soimah dan Dewi Persik. Dalam satu tayangan video, seusai melantunkan sebuah lagu, pihak panitia melakukan video call secara live dengan kawan Valen, tergabung “Trio AVE”; Afan, Valen dan Eby.
Soimah menyapa mereka. Dia pun ngasih Valen. “Tuh sapa dong teman-temenmu Valen. Sapa dong?,” pintanya.
“Halo bro,” kata Valen, seraya menghadapkan wajahnya ke layar yang terpampang kedua sahabatnya.
Setelah itu, Soimah bertanya, ‘Apa Valen kasih tau dia akan ikut DA7′.
Afan menjawab, “Valen enggak ngasih tau ikut DA7. Kita tau rumornya aja”. Eby pun menambahkan, “Mungkin untuk surpres”.
Mendengar pengakuan mereka, Soimah pun berkomentar, “Katanya Cs, kok gitu kamu Valen? Valen pun diam. Seribu bahasa. Lalu, Afan ikut jawab, “Dia (Valen) kalo nongkrong emang kayak gitu orangnya (pendiam). Paling pendiam”.
Selanjutnya Soimah berujar, “Kayaknya kamu tidak tahun ini ya Valen. Masih banyak yang lebih bagus vokalnya dari kamu”. Dewi Persik menimpali, “Ya, kamu lebih banyak lagi belajar ya Valen”.
Wajah Valen hanya tertunduk. Lesu. Tatapannya merautkan kecewa. “Tahun depan aja,” cetus Soimah, mengulangi ucapannya.
Valen pun melangkah maju ke hadapan para juri. Menyalaminya. Lalu beranjak keluar ruangan audisi. Setelah empat langkah, tiba-tiba suara Soimah terdengar. “Bro, bro Valen, kamu gak pamit ke kawan-kawanmu,” katanya. Sontak Valen menoleh ke arah kawan-kawannya, seraya melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan.
Beberapa detik kemudian, suara Soimah kembali terdengar. Memanggil kembali nama Valen yang telah terlanjur melangkah keluar ruangan. Sambil menunjukkan “Golden Ticket” di tangan, Soimah pun berujar, “Ini kan yang kamu inginkan”. Tak terkira senang dan gembiranya Valen melihat golden ticket yang diperlihatkan. Dari titik inilah tanda-tanda capaian kegemilangan mulai ditorehkan.
Walaupun demikian, tak dipungkiri Valen, saat mau berangkat ke Jakarta dirinya semula sempat ciut menghadapi kontestasi DA7. Apalagi menurut penilaiannya nyaris semua peserta bagus-bagus. Bahkan terbersit niat untuk undur diri. Tetapi ia urungkan dan hanya mematok target hanya 10 besar. “Kalau nyampe’ 10 besar aku sujud syukur. Tapi setelah masuk kontestasi, targetku berubah. Kayaknya 10 besar berat banget karena saingannya kelas berat semua,” aku Valen dalam Kapanlagi Talk, 2 Desember 2025.
Namun apa dikata. Manusia merencanakan, Tuhan menentukan. Kata-kata bijak tersebut berlaku bagi Valen. Target yang dipatok justru melampaui harapannya; runner up DA7.
Pihak keluarga tidak menyangka Valen mencapai prestasi runner up. “Kok bisa cong,” ucap Valen, menirukan ucapan ayahandanya Ali Wafa.
“Dari pengalaman itu, saya belajar untuk tidak menyerah dalam berjuang mencapai cita-cita. Tidak cukup sekali. Karena saya ikut DA7 juga ingin mencari ilmu,” tandas Valen seperti disitir dalam Indosiar: Welcome to Indosiar Family pada 16 Januari 2026.
Prestasi telah ditangan. Ketenaran diraih. Nilai honor terdongkrak. Membumbung tinggi. Pangeran Dangdut pun disematkan. Kini yang tersisa, bagaimana mempertahankan semuanya. Valen berucap, tetap istiqomah, slalu up grade kemampuan, terus berkarya dan berakhlak.












































































