Jakarta, Energindo.co.id – Harga minyak mentah dunia pada Kamis (22/1/2026) stabil di tengah tensi geopolitik perebutan Greenland mulai mereda dan pasar memantau berbagai masalah pasokan dari Kazakhtan hingga Venezuela.
Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Maret turun tipis 0,1% ke US$60,57 per barel pada pukul 7.21 pagi waktu Singapura. Sementara minyak Brent untuk kontrak Maret ditutup naik 0,5% ke level US$65,24 per barel.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan menahan diri untuk tidak memberlakukan tarif pada Eropa atas pulau Arktik tersebut, dengan mengatakan kerangka kesepakatan potensial telah tercapai.
Sebelumnya, AS mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, yang menentang rencana untuk mengakuisisi Greenland.
Trump mengatakan dia akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, yang menentang rencananya untuk mengakuisisi Greenland. Tarif 10% akan berlaku mulai 1 Februari dan naik menjadi 25% pada Juni 2026. Langkah ini pun mendorong permintaan aset aman berupa logam mulia.
Masalah pasokan terus membebani prospek harga minyak dunia. Badan Energi Internasional pada hari Rabu mempertahankan pandangannya bahwa pasokan akan melampaui permintaan dengan selisih yang besar tahun ini, meskipun mereka sedikit menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan.













































































