Jakarta, Energindo.co.id – Harga minyak mentah merosot lebih dari 2 persen pada perdagangan, Kamis (15/1/2026), setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meredakan kekhawatiran pasar terkait potensi gangguan pasokan dari Iran.
Mengutip Reuters, harga kontrak minyak mentah Brent turun US$1,67 atau 2,5 persen ke level US$64,85 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah US$1,54 atau 2,5 persen menjadi US$60,48 per barel.
Trump menyampaikan telah diberi tahu bahwa pembunuhan terhadap para demonstran anti-pemerintah di Iran mulai berkurang, dan ia percaya saat ini tidak ada rencana eksekusi skala besar.
Pernyataan itu menurunkan kekhawatiran pasar akan kemungkinan aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global.
“Tekanan jual terjadi karena ekspektasi bahwa Amerika Serikat tidak akan mengambil tindakan militer terhadap Iran,” ujar Kepala Strategi Nissan Securities Investment, Hiroyuki Kikukawa.
Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari data persediaan minyak Negeri Paman Sam.
Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat, persedian minyak mentah AS tercatat naik 3,4 juta barel menjadi 422,4 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Januari, jauh di atas perkiraan analis yang memproyeksikan penurunan sebesar 1,7 juta barel.













































































