Bagaimana jika perusahaan tambang membuang minyak pelumas bekas sembarangan secara diam-diam? Sudah pasti akan memicu kerusakan lingkungan. Untuk itu, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, berupaya untuk mengolah minyak pelumas bekas yang ada di perusahaannya menjadi closed-loop energy reclamation.
Closed loop adalah upaya menjadikan sebuah barang yang dianggap sampah menjadi benda lain yang berdaya dan bernilai guna. Sedangkan energy reclamation adalah proses pengambilan kembali energi yang terbuang untuk kemudian digunakan kembali sebagai sumber energi. Jadi closed-loop energy reclamation dapat diartikan sebagai upaya pengembalian energi terbuang menjadi sumber energi baru.
Pada 2024 lalu, PTAR berhasil mengolah lebih dari 155 ton minyak pelumas bekas melalui inovasi daur ulang mandiri. Dampaknya, perusahaan mampu mengurangi penggunaan energi listrik sebesar 4.931 GJ dan menghemat biaya pembelian listrik senilai Rp1,69 miliar.
Berkat keberhasilannya, PTAR meraih penghargaan untuk Utilisasi Hypobaric Fraction Separator untuk pemanfaatan minyak pelumas bekas dengan Intelligent Torque Control (ITC) pada Sistem Ore Grinding, pada Agustus 2025. Penghargaan ini diinisiasi oleh salah satu universitas terbesar di Indonesia, yaitu Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, serta diberikan dalam ajang Ecotech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2025.
Melalui teknologi hypobaric fraction separator, perusahaan mampu mengolah minyak pelumas bekas dari alat berat dan kendaraan operasional menjadi bahan bakar alternatif yang digunakan dalam proses produksi. Hypobaric fraction separator adalah suatu alat atau proses yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran berdasarkan perbedaan titik didihnya, dengan menggunakan tekanan rendah (hipobarik). Proses ini biasanya digunakan dalam industri kimia dan farmasi untuk memisahkan komponen-komponen yang memiliki titik didih yang berbeda.
Adapun Intelligent Torque Control (ITC) pada Sistem Ore Grinding adalah penerapan sistem kontrol torsi cerdas pada sistem penggilingan bijih (ore grinding) yang memungkinkan perusahaan untuk mereklamasi energi dalam proses tertutup, sehingga mengurangi konsumsi energi secara signifikan.
Menurut penelusuran www.energindo.co.id belum ada perusahaan lain di Indonesia yang menggunakan Hypobaric Fraction Separator dengan Intelligent Torque Control (ITC) pada Sistem Ore Grinding dalam mengolah minyak pelumas bekas. Ketika persoalan ini ditanyakan berulangkali ke “Embah Google”, maka jawabannya adalah: “Tidak ada informasi publik yang tersedia mengenai perusahaan lain selain PT Agincourt Resources yang secara spesifik menggunakan sistem pemanfaatan minyak pelumas bekas dengan Hypobaric Fraction Separator dan Intelligent Torque Control (ITC) pada sistem ore grinding. PT Agincourt Resources merupakan perusahaan yang telah mengimplementasikan teknologi ini untuk mengoptimalkan proses operasi penambangan.”
Ini merupakan salah satu langkah penting bagaimana perusahaan tambang mengupayakan sistem operasional yang ramah lingkungan, dengan menggunakan efisiensi energi atau energi alternatif dari limbah yang ada di perusahaan tersebut.













































































