Jakarta, Energindo.co.id – PT MedcoEnergi Internasional Tbk (MedcoEnergi) sebagai entitas bisnis tidak hanya fokus mengejar laba, lalu abai terhadap isu lingkungan hidup dan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE). Ini bukan karakter ginuine bisnis migas yang dirintis dan didirikan (alm.) Arifin Panigoro.
Beragam program kegiatan bersifat lokal, nasional, regional hingga internasional sebagai wujud komitmen dan keberpihakan perusahaan pada prinsip green energy dan sustainability.
Diantaranya melalui program pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Wilayah Kerja Blok Corridor melalui anak usahanya Medco E&P Grissik Ltd., dan keikutsertaan perusahaan dengan Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0, inisiatif utama dari United Nations Environment Programme (UNEP).
PLTS Atap
Untuk program PLTS Atap, perusahaan telah memasang 1.500 panel surya berkapasitas 885 KWp. Lokasi operasinya di area Suban, Grissik, Dayung, dan Sumpal. Diproyeksikan menghasilkan lebih dari 1.124 MWh peak listrik bersih setiap tahun. Disamping itu dapat mengefisienkan konsumsi gas sebagai bahan bakar sebesar 18 MMscf per tahun dan bisa mengurangi emisi karbon yang setara dengan emisi yang dikeluarkan mobil yang menempuh perjalanan hingga 5,5 juta kilometer setiap tahunnya. Yang tidak kalah penting, pemanfaatan PLTS Atap dapat menurunkan emisi karbon hingga 934 ton CO₂e per tahun.
Menurut Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi, Ronald Gunawan, proyek ini menjadi bukti bahwa energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan hulu migas. “Ini bukan sekadar instalasi teknologi, tapi bagian dari langkah nyata untuk mendukung efisiensi operasi sekaligus mengurangi jejak karbon kami,” kata Ronald, Senin (8/9/2025). Gagasan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang MedcoEnergi dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke seluruh rantai bisnis.
Menurutnya, perusahaan secara konsisten mendorong efisiensi energi, pengembangan energi rendah karbon, serta penurunan emisi gas rumah kaca—baik melalui proyek tenaga surya, geotermal, maupun inisiatif pengurangan emisi lainnya di seluruh wilayah operasi. Komitmen ini juga, tambah Ronald, mencerminkan peran aktif MedcoEnergi sebagai pelaku industri energi nasional dalam mendukung target Net-Zero Emission pemerintah, sekaligus menjawab tantangan global menuju transisi energi yang adil dan berkelanjutan.
“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya proyek jangka pendek, tetapi komitmen jangka panjang. MedcoEnergi akan terus memperkuat peran sebagai perusahaan energi nasional yang tidak hanya andal secara operasional, tapi juga bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan dan generasi berikutnya,” kata Ronald.
Sebagai informasi, Blok Corridor memiliki satu lapangan minyak (Suban Baru) dan tujuh lapangan gas (Suban, Dayung, Sumpal, Gelam, Letang, Tengah & Rawa) yang berproduksi di Sumatera Selatan. Blok ini dilengkapi dua fasilitas pengolahan gas utama yaitu Kilang Gas Suban dan Kilang Gas Pusat Grissik.
MedcoEnergi dalam OGMP 2.0
Sementara keterlibatan MedcoEnergi dalam OGMP 2.0, bukan tanpa tujuan. Tujuannya meningkatkan pengukuran dan pelaporan emisi metana di industri migas.
Menurut CEO MedcoEnergi Roberto Lorato, keikutsertaan MedcoEnergi dalam OGMP 2.0 merupakan pencapaian penting dalam mewujudkan aspirasi Net-Zero. Pelaporan emisi metana yang transparan dan kredibel merupakan landasan upaya dekarbonisasi.
“Ini sekaligus memperkuat peran MedcoEnergi sebagai perusahaan energi yang bertanggung jawab dan berstandar global,” tegas Roberto.
Pada 2025 perusahaan berhasil menurunkan emisi lebih dari 1,5 juta ton CO₂e dibandingkan dengan tahun dasar 2019. Dengan berpartisipasi dalam OGMP 2.0, MedcoEnergi juga memperkuat agenda transisi energi Indonesia sebagai bagian dari Global Methane Pledge, membantu pencapaian komitmen iklim nasional sekaligus menyediakan energi andal bagi pertumbuhan ekonomi.
Dengan bergabung dalam OGMP 2.0, Medco E&P Indonesia kini menjadi bagian dari komunitas global yang terdiri dari lebih dari 150 perusahaan migas di 90 negara, yang menerapkan standar tertinggi dalam transparansi dan akuntabilitas pelaporan emisi metana.
Sekilas OGMP 2.0
Berdasarkan situs https://methanedata.unep.org/oil-gas-methane-partnership
OGMP 2.0 adalah standar pengukuran dan pelaporan metana global terkemuka untuk perusahaan minyak dan gas.
Data yang dilaporkan oleh perusahaan-perusahaan OGMP 2.0 menjalani peninjauan dan jaminan kualitas yang ketat. Observatorium Emisi Metana Internasional (IMEO) UNEP menganalisis emisi yang dilaporkan untuk menilai kesesuaian data dengan pelaporan berbasis pengukuran dari sumber atau aset serupa. Data yang dilaporkan oleh perusahaan dibandingkan dengan studi pengukuran berbasis sains atmosfer dan studi sains lapangan yang lebih terperinci. Ketika ditemukan ketidaksesuaian, IMEO akan menghubungi perusahaan mitra untuk menyelesaikan setiap perbedaan.
Sedang manfaat bergabung dengan OGMP 2.0 terkait kredibilitas & transparansi, diantaranya; Pertama, mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang emisi perusahaan yang memungkinkan mitigasi yang efektif, menargetkan upaya pada sumber metana terbesar yang sebenarnya.
Kedua, mendukung upaya iklim global dan nasional di bawah Perjanjian Paris dan Ikrar Metana Global.
Ketiga, memberikan keyakinan kepada regulator, investor, dan masyarakat umum bahwa mitra mengelola emisi secara transparan, bertanggung jawab, dan mencapai target mitigasi yang diumumkan.
Keempat, menunjukkan gas dengan intensitas metana rendah melalui Pelaporan Standar Emas OGMP 2.0, yang akan disukai untuk akses pasar dalam pajak penyesuaian perbatasan di masa depan
Dipaparkan dalam situs
https://globalmethane.org/challenge/ogmp.html OGMP diluncurkan pada KTT Iklim Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2014, dibentuk oleh Koalisi Iklim dan Udara Bersih (CCAC) dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) sebagai inisiatif sukarela untuk membantu perusahaan mengurangi emisi metana di sektor minyak dan gas.













































































