Jakarta, Energindo.co.id – Lapangan Minas, Blok Rokan dan Balam South, Provinsi Riau menjadi uji coba pertama untuk menaikkan produksi minyak dengan menggunakan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) pada skala komersial. Upaya ini bakal dilakukan pada Desember tahun 2025. Walau teknologi CEOR bakal diimplementasikan pada Desember 2025, namun penambahan produksi minyak dari proyek ini baru dapat dirasakan setelah 6 bulan sejak injeksi kimia ini dilaksanakan. Demikian diungkapkan oleh Corporate Secretary Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatera Eviyanti Rofraida pada temu media Kamis (24/7/2025) di Jakarta.
Menurutnya, injeksi CEOR ini segera direalisasikan setelah disetujuinya keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) beberapa waktu lalu. “Jadi potensial side up, peningkatan produksi dari proyek EOR yang akan diinjeksikan Desember 2025 Itu misalkan kan melalui proses dulu ya masih injek, terus ngangkat (minyak) itu kira-kira bisa menghasilkan ini setelah 6 bulan,” kata Eviyanti.
Chemical EOR merupakan langkah akhir yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak dengan cara menginjeksikan cairan kimia ke dalam reservoir untuk mengektraksi kandungan minyak yang terjebak dalam lapisan batuan perut bumi.
PHR menggandeng PT Pertamina Lubricants (PTPL) baru saja menginjeksikan surfaktan PHR24 untuk Proyek Balam South Simple Surfactant Flood atau SSF Stage-1 (Pattern 353) pada awal Juli lalu.
Surfaktan PHR24 merupakan hasil pengembangan PHR yang telah melalui proses riset dan optimasi formula sebagai solusi CEOR yang efisien dan adaptif terhadap kondisi reservoir lokal. Formula ini menjadi bagian dari intellectual property milik PHR, sementara PTPL turut berperan sebagai mitra teknis dalam mengeksekusi proses blending, Quality Assurance/Quality Control (QA/QC), netralisasi, hingga distribusi slug surfaktan ke lokasi proyek. Proses injeksi perdana dilakukan pada Rabu, 2 Juli 2025 di Sumur Injeksi Balam South BL#353, Bangko, Rokan Hilir – Riau.
Sementara itu, Senior Potreleum Engginer Chemical PHR, Agus Masduki, menyatakan bahwa teknologi CEOR diharapkan bisa meningkatkan produksi 1500 sampai 2000 barel per hari (bph) setelah 6 bulan.
Tetapi, pada masa puncak produksi tambahan minyak yang bisa didapatkan PHR pada fase pertama ini mencapai 2800 bph. Dia mengatakan jika injeksi CEOR tahap satu mendapatkan hasil baik, maka injeksi ini bisa diperluas ke sumur-sumur minyak lainnya yang berada di regional 1 Sumatra.
“Itu belum full scale. Kalau full scale itu targetnya 2028. Tambahan bisa 30 ribu sampai 50 ribu. Itu Lapangan Minas saja,” tambahnya.
##













































































