Jakarta, Energindo.co.id – Kabar gembira datang dari industri hulu minyak dan gas bumi (Migas) di tengah perjuangan mendongkrak produksi dan merealisasikan swasembada energi. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan bahwa pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela memasuki periode baru.
“Dual FEED Masela sudah selesai, selanjutnya pembahasan WP&B 2027,” kata Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto yang diterima Energindo.co.id pada Senin pagi pukul 08.45 WIB (19/10/2026).
Penyelesaian ini menjadi tonggak penting untuk mendukung keberlanjutan pembangunan proyek tersebut. Jamak diketahui selain menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), pengembangan blok Masela mencakup pembangunan fasilitas hulu hingga hilir secara terintegrasi dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar.
Setelah Dual FEED rampung, perhatian berikutnya tertuju pada pembahasan WP&B 2027. Dokumen ini menjadi bagian penting dalam perencanaan program kerja dan anggaran kegiatan hulu migas untuk periode mendatang.
Pembahasan WP&B diperlukan untuk menyelaraskan rencana kegiatan, kebutuhan anggaran, serta prioritas pelaksanaan proyek dengan tahapan pengembangan yang telah direncanakan.
Bagi proyek Masela, kelanjutan proses tersebut penting untuk menjaga kesinambungan persiapan menuju tahap berikutnya. Namun, penyelesaian FEED tidak serta-merta berarti proyek telah memasuki tahap konstruksi. Masih terdapat tahapan lanjutan yang harus dilalui sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku.
Rampungnya Dual FEED menjadi perkembangan yang patut dicermati dalam perjalanan proyek tersebut. Tahapan berikutnya akan menentukan bagaimana hasil perencanaan teknis diterjemahkan ke dalam program kerja, anggaran, dan keputusan lanjutan menuju realisasi proyek.
Proyek abadi Masela akan memiliki kapasitas sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun yang dapat memperkuat ketahanan energi nasional.
Sebagai informasi, Dual FEED (atau Dual Front-End Engineering Design) adalah metode atau strategi kontrak dalam proyek industri migas di mana dua tim atau konsorsium kontraktor berbeda dipekerjakan secara paralel untuk mengerjakan tahap desain rekayasa awal (FEED) yang sama dalam sebuah proyek besar.











































































