Jakarta, Energindo.co.id – Kerja keras disertai doa, pasti berbuah hasil. Tak terkecuali dalam industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Terbukti tie-back dan re-entry Sumur Eksplorasi Manpatu-101 milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil dilaksanakan dan mencatat laju gas sebesar 16,2 MMscf/d dan kondensat 655,8 bbl/d.
“Alhamdulilah, PHM telah menyelesaikan pekerjaan tie-back dan re-entry Sumur Manpatu-101 (MPT-101),” ungkap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang juga diterima Energindo.co.id pada Minggu pukul 09.01 WIB (18/10/2026).
Menurutnya, sumur yang berada di platform MP-1 ini merupakan sumur baru dari POD Manpatu Tahun 2023, hasil eksplorasi MPT-1X pada 2021. Hal ini menunjukkan bahwa sejak ditemukan gas, perlu waktu rata-rata +/- 5 tahun untuk bisa produksi dan untuk membangun fasilitas produksinya, demikian penjelasan Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto.
Mantan Plt. Dirjen Migas ini menjelaskan, pekerjaan re-entry dilakukan dengan memasang peralatan completion untuk mengalirkan hidrokarbon dari zona yang sebelumnya telah terbukti melalui pengeboran eksplorasi Manpatu-1X, yang berlangsung pada Agustus 2021 hingga Februari 2022.
“Pada uji produksi sementara, sumur mencatat laju gas sebesar 16,2 MMscf/d dan kondensat 655,8 bbl/d, pada bukaan choke 30/64 inci. Hasil ini melebihi target 108% dan bonus kondensar yang paten,” tandas Djoksis. Sumur ini ditilik secara geografis, MPT-101 terletak di perairan Selat Makassar, sekitar 20 km dari Balikpapan, di Lapangan South Mahakam.
Lebih jauh Djoksis mengutarakan, sumur tersebut mentargetkan Formasi Sepinggan Deltaic Sequence (SDS) dan Sepinggan Carbonate Sequence (SCS), dengan target produksi awal sebesar 15 MMscf/d.
“Pekerjaan operasional menggunakan rig Zhong You Hai-16 untuk membuka kembali Sumur Manpatu-1X hingga kedalaman 4.158,2 mMD,” ujarnya. Operasi berlangsung selama 49 hari hingga tahap uji produksi.
Sementara sstimasi biaya berdasarkan field estimate mencapai USD 16.572.647, atau sekitar 101,6% dari AFE yang disetujui sebesar USD 16.307.382.
Tahap berikutnya, tambah Djoksis, adalah melanjutkan uji produksi dan mengalirkan sumur pada laju yang optimal, dengan tetap menjaga kualitas reservoir.
Tak lupa, Djoksis memohon doa dan support agar segera berkontribusi terhadap lifting nasional, berlangsung aman lancar dan selamat.











































































