Jakarta, Energindo.co.id – Petco Trading Labuan Company Limited (PTLCL), anak usaha dari Petronas Malaysia sepakat untuk mensupply light crude oil atau minyak mentah ringan untuk memenuhi kilang minyak milik PT Humpuss. Lokasi kilang berada di Cepu, Jawa Tengah. Demikian termaktub di Memorandum of Understanding (MoU) antara CEO PTLCL Shamsul Bahari Salleh dengan Executive Director PT Humpuss Andi Alifwansyah di Jakarta (12/9/2024).
Diketahui, kilang milik Humpuss Pengolahan Minyak (HPM) di Cepu telah dibangun pada akhir tahun 2000 dengan kapasitas pengolahan 10.000 barrel oil per day (bopd). Kilang HPM ini dibangun oleh Ventech dari Amerika Serikat. “Namun belum pernah berproduksi akibat tidak adanya bahan baku berupa light crude oil atau minyak mentah ringan,” ucap dia.
Light crude oil merupakan jenis minyak mentah yang kandungan sulfurnya rendah sehingga lebih ramah lingkungan karena kadar polusinya rendah. Andi menargetkan kilang Humpuss di Cepu tersebut bisa beroperasi pada kuartal 3 tahun depan. Hasil produksi dari kilang HPM ini berupa bahan bakar minyak (BBM) yang sangat diperlukan Indonesia. “Dan saat ini pemerintah masih mengimpor BBM untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” tambah Andi.
Hasil pengolahan kilang HPM tersebut berupa BBM Ron 95 dan Ron 92 sebesar 2.200 bph. Kemudian solar (diesel oil) dexlite dan dex 5.000 bph. Lalu fuel oil (termasuk kerosin) 2.000 bph. Sebagai informasi, saat ini produksi minyak Indonesia rata-rata hanya sekitar 600.000 bph. Jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan domestik yang mencapai 1,44 juta bph. Untuk memenuhi kekurangan tersebut, Indonesia selama ini mengimpor minyak dengan total 840.000 bph. Terdiri dari BBM 600.000 bph dan minyak mentah 240.000 bph.













































































